LANGIT7.ID - , Jakarta - Australia merupakan negara yang terkenal sebagai produsen daging sapi berkualitas tinggi. Sapi Australia kini telah tersebar hampir ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Salah satu faktor kenapa daging sapi Australia memiliki kualitas tinggi karena letak geografis dan sistem industri dagingnya yang maju.
Business Development Manager MLA (Meat & Livestock Australia) Indonesia, Christian Haryanto mengatakan hal tersebut relatif dan hanya bisa dinilai langsung oleh konsumen. Namun, jika dilihat dari perawatan sapi Australia dan Indonesia jelas berbeda.
Baca juga: Waspadai Daging Haram, Ini Konsep Makanan Halal sesuai Syariat"Tapi kalau dilihat dari perbedaannya, bisa dilihat dari mulai mereka memberikan makan. Mungkin kalau sapi lokal diberikan makan rumput-rumputan saja. Kalau sapi Australia itu diberi makan rumput tapi ada juga diberi makan biji-biji'an," ucap Haryanto dalam acara temu media "The Great Steak Escape, yang diselenggarakan oleh True Aussie Beef & Lamb, di Jakarta, Selasa (8/3/2022).
Menurut Haryanto, pemberian makan sapi Australia biasanya dimulai dari 75 hari sampai dengan 350 hari. Setelahnya, akan membentuk marbling atau bintik-bintik putih dan garis-garis lemak di dalam bagian daging sapi tersebut.
Tidak sampai disitu, Haryanto juga berkata pola peternakan Indonesia dengan Australia juga berbeda. Dan hal tersebut tentu sangat berpengaruh dengan kualitas daging yang dihasilkan.
"Dan juga perbedaannya dapat terlihat dari sistem peternakannya, kalau di Australia sapi-sapinya mungkin dipelihara memang untuk dipotong. Kalau di Indonesia kebanyakan sapi dipelihara untuk bekerja, mulai dari bajak sawah dan lainnya. Hal tersebut akan menyebabkan karakteristik dari daging sapi tersebut nantinya akan berbeda," pungkasnya.
Menurut dia, perawatan sapi yang tepat dan baik akan mempengaruhi ke tekstur, kualitas, cita rasa dan nutrisinya. Lebih lanjut, Haryanto mengungkapkan bahwa daging sapi ini juga populer di Indonesia karena memang jumlah variannya banyak, seperti
Grass Feed Meat, Grain Feed Meat, Black Angus dan
Wagyu.Grass Feed Meat, yaitu daging yang berasal dari sapi yang diberi makan rumput. Sedangkan
Grain Feed Meat merupakan sapi yang diberi makan rumput dan biji-bijian. Berbeda lagi dengan
Black Angus dan
Wagyu yang hanya makan rumput dan biji-bijian serta asupannya ditambahi dengan protein tambahan.
Baca juga: Coba Beef Tartar, Sensasi Makan Daging Sapi Mentah Dicincang"Setiap karakteristik memiliki kualitas tersendiri dan tentu harganya juga berbeda. Paling mahal Wagyu, kemudian black angus, grain feed dan terakhir grass feed," ujarnya.
Namun demikian, semuanya memiliki tekstur yang lembut dan cocok dengan masakan Indonesia. Meskipun begitu, hal tersebut tergantung bagaimana cara Anda mengolahnya.
"Akan lebih mudah menggunakan daging sapi dalam masakan Indonesia, apalagi bagi ibu-ibu yang tidak ingin memasak terlalu lama maka mereka bisa menggunakan daging sapi Australia, dengan tekstur lembut yang dimilikinya maka Anda tidak butuh waktu lama dalam memasaknya," pungkas Haryanto.
(est)