Imam Muda di Bangladesh Terjang Banjir agar Masjid Tak Sepi Jamaah
Fajar adhitya
Jum'at, 11 Maret 2022 - 04:10 WIB
Dengan tekad kuat, Imam muda itu pergi ke Masjid dengan perahu atau berenang bila perahu tidak tersedia. Foto: Istimewa.
Seorang imam muda di wilayah Sathkira, Bangladesh, terpaksa berenang ke Masjidnya setiap hari demi dapat menegakkan shalat. Ketika topan dan banjir melanda beberapa bagian Bangladesh, masjid ini menjadi terisolasi.
Peristiwa ini terjadi pada akhir tahun kemarin ketika bencana angin topan menghantam beberapa bagian negara Asia Selatan itu. Hafiz Moinul Islam, Imam Masjid mengatakan, tidak ada cara lain menjangkau masjid setelah banjir merendam wilayah.
Dilansir IlmFeed.com, Hafiz mengaku khawatir tentang kondisi masjid yang kosong tanpa adanya ibadah di sana. Dengan tekad kuat, Imam muda itu pergi ke Masjid dengan perahu atau berenang bila perahu tidak tersedia.
Baca Juga:Metaverse untuk Kegiatan Ibadah, Ini Penjelasan MUI
Saat ditanya apa motivasinya, Hafiz mengatakan bahwa ia hanya ingin adzan tetap berkumandang dan shalat tetap ditegakkan di masjid itu. Upayanya menjangkau masjid ia lakukan sejak banjir pertama kali merendam kawasan.
"Karena ini adalah masjid, saya tidak bisa meninggalkannya, jadi sampai hari ini saya telah memanggil azan dan berdoa di sana demi Allah," kata Imam.
Baca Juga:Jamaah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Rapatkan Shaf saat Shalat Subuh
Peristiwa ini terjadi pada akhir tahun kemarin ketika bencana angin topan menghantam beberapa bagian negara Asia Selatan itu. Hafiz Moinul Islam, Imam Masjid mengatakan, tidak ada cara lain menjangkau masjid setelah banjir merendam wilayah.
Dilansir IlmFeed.com, Hafiz mengaku khawatir tentang kondisi masjid yang kosong tanpa adanya ibadah di sana. Dengan tekad kuat, Imam muda itu pergi ke Masjid dengan perahu atau berenang bila perahu tidak tersedia.
Baca Juga:Metaverse untuk Kegiatan Ibadah, Ini Penjelasan MUI
Saat ditanya apa motivasinya, Hafiz mengatakan bahwa ia hanya ingin adzan tetap berkumandang dan shalat tetap ditegakkan di masjid itu. Upayanya menjangkau masjid ia lakukan sejak banjir pertama kali merendam kawasan.
"Karena ini adalah masjid, saya tidak bisa meninggalkannya, jadi sampai hari ini saya telah memanggil azan dan berdoa di sana demi Allah," kata Imam.
Baca Juga:Jamaah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Rapatkan Shaf saat Shalat Subuh