Termasuk Penyakit Kronis, Waspadai Hipertensi Paru pada Anak
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 10 Maret 2022 - 18:07 WIB
Ilustrasi anak yang mengalami nyeri di bagian dada, salah satu gejala hipertensi paru. Foto: iStock
Hipertensi paru merupakan kelainan patofisiologi pada pembuluh darah paru-paru yang dapat menyebabkan komplikasi klinis dengan penyakit kardiovaskular dan respirasi (pernapasan).
Penyakit hipertensi paru ini memang masih belum awam ketahui. Namun, hipertensi paru dapat dialami sejak usia dini.
Pakar Kardiologi Anak Rumah Sakit Adam Malik Medan, dr. Rizky Adriansyah, M.Ked (Ped), Sp.A(K), mengatakan penyakit hipertensi paru ini banyak dialami oleh anak-anak.
Baca juga: Angka Kematian Tinggi, Lebih dari 30 Ribu Orang di Indonesia Didiagnosa Kanker Paru
Gejala umum yang dialami penderita seperti peningkatan tekanan rerata arteri pulmonalis (mean pulmonary artery pressure/mPAP) di atas normal, yaitu lebih 20 mmHg dan peningkatan tahanan vaskular paru (pulmonary vascular resistance/PVR) di atas normal, pada kondisi istirahat.
"Gejala hipertensi paru dapat meliputi sesak saat beraktivitas, mudah lelah, lemas, nyeri dada, pusing, dan kadang disertai batuk," kata Rizky dalam webinar Pfizer Media Health Forum, Kamis (10/3/2022).
Pada kasus spesifik, hipertensi paru juga dapat menjadi salah satu komplikasi dari penyakit jantung bawaan dengan gejala dan tanda-tanda tahap awal yang biasanya tidak spesifik atau tidak terdeteksi pada bayi baru lahir.
Penyakit hipertensi paru ini memang masih belum awam ketahui. Namun, hipertensi paru dapat dialami sejak usia dini.
Pakar Kardiologi Anak Rumah Sakit Adam Malik Medan, dr. Rizky Adriansyah, M.Ked (Ped), Sp.A(K), mengatakan penyakit hipertensi paru ini banyak dialami oleh anak-anak.
Baca juga: Angka Kematian Tinggi, Lebih dari 30 Ribu Orang di Indonesia Didiagnosa Kanker Paru
Gejala umum yang dialami penderita seperti peningkatan tekanan rerata arteri pulmonalis (mean pulmonary artery pressure/mPAP) di atas normal, yaitu lebih 20 mmHg dan peningkatan tahanan vaskular paru (pulmonary vascular resistance/PVR) di atas normal, pada kondisi istirahat.
"Gejala hipertensi paru dapat meliputi sesak saat beraktivitas, mudah lelah, lemas, nyeri dada, pusing, dan kadang disertai batuk," kata Rizky dalam webinar Pfizer Media Health Forum, Kamis (10/3/2022).
Pada kasus spesifik, hipertensi paru juga dapat menjadi salah satu komplikasi dari penyakit jantung bawaan dengan gejala dan tanda-tanda tahap awal yang biasanya tidak spesifik atau tidak terdeteksi pada bayi baru lahir.