home edukasi & pesantren

Kecemasan dan Takut Ketinggalan Informasi, Pengaruhi Produktivitas Kerja

Jum'at, 11 Maret 2022 - 12:49 WIB
Ilustrasi karyawan yang melewatkan peluang. Foto: LANGIT7/iStock
Pernahkan Anda merasa cemas berlebihan karena tidak ingin ketinggalan trend atau update informasi terbaru dalam suatu hal? Jika pernah, mungkin Anda terkena sindrom Fomo atau fear of missing out atau biasa disebut fomo.

Praktisi HR, Dhea Rizky Ardini mengatakan kecemasan dalam dunia kerja umumnya terjadi karena takut ketinggalan informasi terbaru atau apa yang dilakukan oleh rekan kerja.

"Contoh, ketika teman kita lagi ngumpul bareng di kafe atau mengikuti suatu training dan kita tidak ikut karena tidak tahu. Lalu kita mengetahuinya dari sosial media mereka. Nah, hal itu akan menimbulkan rasa cemas, ketakutan 'kok saya tidak diikutkan sih?' atau 'kok mereka meeting saya tidak diajak?' dan lainya," ujar Dhea kepada Langit7, Kamis (10/3/2022).

Baca juga: Website Garapan Alumni ITB, Solusi Anak Muda Hadapi Dunia Kerja

Sindrom fomo sendiri memiliki dua gejala emosi yaitu kecemasan dan ketakutan. Untuk kecemasan, misal Anda merasa bahwa pekerjaan Anda selalu tidak cukup. Anda akan merasa sudah kerja keras tapi selalu ada perasaan-perasaan yang kurang. Seperti orang perfeksionis istilahnya.

"Lalu, ada rasa ketakutan untuk tidak diikut sertakan dalam kegiatan pekerjaan. Tidak hanya kegiatan di internal kantor saja, tetapi juga di kegiatan eksternal," ucapnya.

Akibatnya, karyawan yang mengalami sindrom fomo akan merasa kelelahan karena ia tidak mengerjakan hal-hal yang menjadi tanggungjawabnya saja. Tetapi juga pekerjaan-pekerjaan lainnya misal ikut training atau kegiatan di kantor secara berlebihan. Alhasil, dia menjadi tidak fokus dengan pekerjaan utamanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
dunia kerja produktivitas kinerja psikolog sindrom fomo
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya