Tetapi ketika perkembangan teknologi tidak diimbangi dengan kesadaran dan pemahaman agama yang baik saya kira ini akan menjadi semakin membahayakan ke depannya, lanjut dia.
Pengamat sosial Puji Qomariyah mengatakan sindrom fear of missing out (FOMO) yang dialami oleh anak muda hari ini, berasal dari didikan keluarga yang salah.
Istilah Fomo atau Fear of Missing Out ternyata memiliki dampak buruk bagi generasi muda. Jika dibiarkan, sindrom ini akan merusak kemampuan mengambil keputusan.
Ada 4 tips terhindar dari FOMO atau fear of missing out. Gaya hidup tersebut dapat membawa keburukan, bahkan membuat seseorang mengalami kerugian materiil.
Ustadzah Mamah Dedeh, mengingatkan umat Islam untuk tidak bermewah-mewahan hanya untuk memenuhi gaya hidup. Kadar keimanan sangat penting untuk menekan hasrat.
Seorang korban pinjol menceritakan pengalamannya saat terjerat utang dan bunga pinjaman online. Motifnya karena ingin ikut tren judi online berkedok investasi.
Arti FOMO populer belakangan ini karena banyak orang berusaha memenuhi gaya hidup berlebihan. FOMO berasal dari kata fear of missing out atau takut tertinggal.
Sindrom FOMO bisa melahirkan seseorang berusaha mengikuti sesuatu yang sedang tren. Hal inilah yang dimanfaatkan dunia bisnis untuk menciptakan strategi baru.
FOMO adalah rasa takut ketinggalan tren. Pengertian kata ini diambil dari bahasa Inggris yang artinya fear of missing out dan bahayanya bisa memicu depresi.
Perilaku ini biasanya terjadi karena terlalu mengikuti informasi ataupun eksistensi di media sosial, sehingga jika ia sedikit saja kehilangan informasi maka akan timbul rasa ketakutan, cemas dan lainnya di dalam diri mereka.