Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Tak Bisa Lepas dari Sosmed, Awas Terjangkit Sindrom Fomo

Fifiyanti Abdurahman Kamis, 10 Maret 2022 - 13:07 WIB
Tak Bisa Lepas dari Sosmed, Awas Terjangkit Sindrom Fomo
Sindrom fomo kerap dialami oleh generasi milenial, Gen Y, dan Gen Z
LANGIT7.ID - , Jakarta - FOMO atau Fear of Missing Out merupakan perasaan cemas atau kekhawatiran akan ketinggalan informasi atau tren yang sedang terjadi. Biasa perilaku fomo ini dilandasi oleh ketakutan akan cap tidak gaul dalam lingkungan sosial.

Perilaku ini biasanya terjadi karena terlalu mengikuti informasi ataupun eksistensi di media sosial, sehingga jika ia sedikit saja kehilangan informasi maka akan timbul rasa ketakutan, cemas dan lainnya di dalam diri mereka.

Baca juga: Sosiolog: Perilaku Konsumtif Harus Diimbangi Kemampuan Finansial

Psikolog Rumah Konseling, Muhammad Iqbal mengatakan fomo kebanyakan terkena terjadi pada generasi milenial, generasi Y untuk kelahiran 80-an dan 90-an yang mereka sudah mengenal media sosial sejak awal. Sederhananya, mereka adalah generasi-generasi yang aktif di media sosial.

"Gejalanya, mereka tidak bisa lepas dari HP, tidak bisa lepas dari sosial media, bahkan mereka sedikitpun tidak bisa jika tidak update status dan mereka lebih peduli dengan kehidupan di media sosial daripada kehidupan nyata," ujar Iqbal kepada Langit7, Rabu (9/3/2022).

Akibatnya, tambah Iqbal, mereka akan membandingkan diri dengan orang lain. Bila dilihat dari sisi kesehatan, perilaku fomo bisa mempengaruhi kesehatan mental, sehingga mudah stres dan kehidupan sosialnya bermasalah.

Menurut Iqbal, kebanyakan yang terkena sindrom fomo ini merupakan masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah. Dimana mereka selalu mengikuti figur publik di Instagram, sehingga terobsesi dengan kehidupan idolanya.

"Mereka serba ikut-ikutan misal yang memiliki finansial menengah ke bawah mereka melihat orang memakai Apple mereka juga ingin menggunakannya, padahal secara finansial mereka tidak mampu," ujarnya.

"Saya ada kasus dimana seorang anak SMA ingin berhenti sekolah gara-gara pulang dari liburan, ia menonton YouTube dan lihat make up artist. Kemudian ia mengatakan tidak ingin lanjut sekolah karena ingin menjadi make up artist," ungkap Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana ini.

Baca juga: Memahami Self Healing dan Kesehatan Mental, Apa Itu?

Meskipun begitu, Iqbal berkata sindrom fomo ini juga memiliki dampak positif. Khususnya bagi mereka yang memiliki bisnis digital.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

"Kuncinya adalah keseimbangan hidup antara ruang nyata dan maya. Edukasi tentang bahaya media sosial, karena media sosial itu ibarat pisau bermata dua," kata Iqbal.

Ada tiga hal yang harus dicermati dalam penggunaan media sosial. Yaitu, durasi, konten, dan filterisasi.

Seperti yang terjadi beberapa waktu belakangan, dimana tren menikah muda tengah digandrungi. Menurut Iqbal, mereka yang mengikuti tren itu bisa juga terkena sindrom fomo karena mudah terpengaruh atau labil.

Baca juga: Bijak Bermedsos, Psikolog: Jangan Gampang Baper

"Karena itu harus ada bonding dengan orang tua dan keluarga. Sebab, sindrom ini biasanya terkena pada orang-orang yang intens pada media sosial dan salah satu yang paling berat itu adalah mereka akhirnya berusaha berbohong, berusaha ingin lebih eksis atau terlihat lebih hebat dari teman-temannya padahal ia tidak seperti itu," tutupnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)