Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Sosiolog: Perilaku Konsumtif Harus Diimbangi Kemampuan Finansial

Jaja Suhana Rabu, 15 Desember 2021 - 05:00 WIB
Sosiolog: Perilaku Konsumtif Harus Diimbangi Kemampuan Finansial
Ilustrasi gadis muda Indonesia belanja online di berbagai platform e-Commerce yang tersedia. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Berbelanja secara online menjadi kebiasaan masyarakat saat ini. kemudahan berbelanja yang ditawarkan menjadi faktor penentu beralihnya budaya. Bermodalkan gadget orang bisa membeli apa saja tanpa repot keluar rumah.

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) di Ahad (12/12/2021) kemarin menawarkan diskon besar besaran untuk menarik minat pelanggan. Kesempatan langka ini tentu saja mendorong sikap konsumtif yang besar dikalangan masyarakat.

Sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Dr Tantan Hermansah menilai, sebenarnya perilaku konsumtif sah-sah saja selama tidak mencerminkan keadaan lebih besar pasak daripada tiang. Menurut dia, bersikap konsumtif sebenarnya sangat membantu perekonomian nasional, apalagi sekarang banyak sektor perekonomian mengalami kelesuan.

Baca Juga: Ikut Kurangi Sampah Plastik, Mulai dari Diri Sendiri dengan Cara Ini

"Salah satu penyangga yang diperlukan dan oleh pemerintah adalah sikap konsumtif," ujar Tantan kepada LANGIT7.ID, Rabu (15/12/2021).

Menurut dia, orang kaya justru harus konsumtif. Ini agar uangnya mengalir terus sampai ke bawah sehingga bisa mengerakkan ekonomi nasional.

Baca Juga: Promo 11.11, Gramedia Hadirkan Diskon Khusus hingga 14 November

Namun, lanjutnya, menjadi berbahaya jika sikap konsumtif tidak didorong oleh kemampuan finansial yang kuat. Jika sikap konsumtif itu ada pada kalangan menengah ke bawah apalagi masyarakat miskin, ini akan menambah masalah dari mana ia mendapatkan uang untuk mendukung perilaku konsumtifnya.

"Jika perilaku konsumtif itu didasarkan pada utang yang kemudian tidak jelas juga kemampuan dia membayarnya, maka itu akan berbahaya," kata Tantan.

Baca Juga: Digandrungi Muslimah, Ini 7 Produk Kecantikan Lokal Bersertifikat Halal

Kepala Jurusan Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Pascasarjana itu mengingatkan, selain menjerat sang pelaku, budaya konsumtif juga akan mengganggu secara sosial. "Bisa jadi gara-gara seseorang berhutang kemudian tidak membayar, lama kelamaan hubunganya dengan teman atau saudaranya menjadi renggang," ujarnya.

Baca Juga: Bisa Traktir Tanpa Boros, Ini 4 Trik Hemat ala Jessica Mila

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)