Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home global news detail berita

Fenomena Ngemis Online dan Fakta Kemiskinan di Indonesia

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 18 Januari 2023 - 18:35 WIB
Fenomena Ngemis Online dan Fakta Kemiskinan di Indonesia
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Sosiolog Univeritas Ibnu Chaldun, Musni Umar mengatakan fenomena ngemis online erat kaitannya dengan masalah kemiskinan. Menurutnya, jika berbicara kemiskinan tak hanya terbatas pada aksi mengemis untuk mendapatkan uang.

"Kalau kita berbicara tentang orang miskin yang bisa mereka lakukan bukan hanya menggunakan media sosial untuk mendapatkan belas kasihan supaya dibantu, tetapi juga tidak jarang orang mencuri, merampok, dan lainnya karena kemiskinan," ujar Musni kepada Langit7, Rabu (18/1/2022).

Baca juga: Mengemis dalam Perspektif Islam: Tangan di Atas Lebih Baik dari Tangan di Bawah

Dia mengatakan, berdasarkan statistik pemerintah jumlah kemiskinan di Indonesia mencapai 26 juta orang dengan garis kemiskinan Rp17.000 per hari.

"Jadi kalau orang berpenghasilan Rp17.000 perhari itu dikatakan sudah tidak miskin. Padahal siapa yang hidup dengan penghasilan seperti itu. Artinya kalau kita naikkan batas garis kemiskinan itu menjadi Rp50.000 itu bisa lebih besar lagi angka kemiskinan di Indonesia," katanya.

Kondisi ini menjadi tantangan paling berat yang saat ini dihadapi Indonesia. Musni pun menyebut Indonesia masih gagal menyelesaikan masalah kemiskinan meski telah merdeka selama 77 tahun.

Padahal, salah satu tujuan Indonesia merdeka adalah untuk memajukan kesejahteraan umum, di mana salah satunya untuk membebaskan orang-orang miskin.

"Ini barangkali kegagalan kita. Ketika merdeka kita belum menyelesaikan masalah kemiskinan," tutur alumni Universitas Indonesia (UI) itu.

Baca juga: Viral Aksi Ngemis Online, Sosiolog: Lihat Latar Belakang Ekonominya

Kegagalan dalam menyelesaikan kemiskinan ini, lanjut Musni, lantaran keadilan yang tidak bisa ditegakkan.

Dia kemudian memberikan solusi untuk mengangkat orang miskin, salah satunya melalui pendidikan.

"Melalui pendidikan diharapkan ada mobilitas vertikal. Orang yang miskin bisa keluar dari kemiskinan satu orang. Misalnya dalam satu keluarga ada satu orang berpendidikan baik maka dia akan mengangkat satu keluarga itu dan bisa juga keluarga lainnya," ucapnya.

Berkaitan dengan aksi mengemis, Musni melihatnya sebagai tugas pemerintah untuk bekerja sama dengan media sosial dan lembaga sosial untuk mengedukasi para pengemis.

"Kalau yang sudah terlanjur mengemis? Itu tugas pemerintah dan bisa bekerja sama dengan media sosial maupun lembaga sosial untuk membantu mendidik mereka agar keterampilannya bisa berkembang," lanjut dia.

Meski demikian, ini menjadi tugas utama pemerintah untuk memajukan kesejahteraan umum.

Baca juga: Keluarkan Maklumat Haramkan Pengemis, Ini Penjelasan MUI Pare-Pare

"Nah ini yang tidak dijalankan, termasuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini yang harus dijalankan sebab itu amanat yang tercantum dalam UUD 1945," cetus mantan anggota DPR RI 1997 dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara itu.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan