Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 06 Maret 2026
home lifestyle muslim detail berita

Ramadhan Boros? Ketum MUI: Allah Tidak Menyukai Orang yang Berlebihan!

esti setiyowati Jum'at, 27 Februari 2026 - 21:16 WIB
Ramadhan Boros? Ketum MUI: Allah Tidak Menyukai Orang yang Berlebihan!
Ilustrasi gaya hidup konsumtif. Foto: Ist.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Bulan Ramadhan identik dengan pengeluaran rumah tangga yang meningkat akibat pola konsumsi yang tak terkendali.

Menanggapi fenomena ini, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, mengajak umat Islam untuk lebih bijak dan menghindari gaya hidup konsumtif selama bulan suci Ramadhan.

Baca juga: Jangan Boros di Akhir Tahun, Simak 4 Tips Berbelanja dari Ulama

Kiai Anwar menegaskan bahwa Islam pada dasarnya tidak melarang umatnya untuk menikmati fasilitas maupun kenikmatan hidup.

Agama memberikan ruang bagi setiap manusia untuk makan, minum, dan merasakan kebaikan di dunia sebagai bentuk syukur atas karunia Allah Ta'ala. Namun, kebebasan tersebut tetap memiliki batasan syariat yang harus dijaga.

Seperti disebutkan dalam surah Al-A'raf ayat 31:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, makan dan minumlah kamu, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”

“Agama membolehkan kita menikmati kehidupan ini sebagai bagian dari hasanah (kebaikan) di dunia. Tetapi jangan lupa, yang kita kejar juga adalah hasanah di akhirat,” ujar Kiai Anwar seperti dikutip dari laman resmi MUI, Jumat (27/2/2026).

Baca juga: Islam Larang Hidup Boros, Atasi dengan Rencana Keuangan yang Baik

Ia pun mengajak umat untuk senantiasa mengamalkan doa Sapujagat agar mendapatkan keseimbangan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Lebih lanjut, Kiai Anwar menjelaskan bahwa perilaku berlebihan atau israf tidak hanya berdampak buruk pada kondisi finansial atau spiritual diri sendiri, tetapi juga memiliki dampak sosial.

Di tengah masyarakat yang majemuk dengan tingkat ekonomi yang beragam, pamer kemewahan atau konsumsi yang melampaui batas dapat melukai perasaan orang lain.

“Hidup bermasyarakat itu harus menjaga perasaan orang lain. Jangan sampai sikap berlebihan justru menimbulkan kecemburuan atau ketidaknyamanan,” tegasnya.

Kiai Anwar menekankan akan pentingnya prinsip moderasi (wasthiyah) dan keseimbangan. Islam mengajarkan umatnya untuk berada di jalan tengah, tidak kikir, namun juga tidak boros.

Baca juga: Gaya Hidup Islami, Hindari Perilaku Boros

Menurutnya segala sesuatu yang melampaui batas, baik itu dalam urusan konsumsi maupun penggunaan fasilitas dunia, sangat tidak disukai oleh Allah SWT. Prinsip utamanya adalah kepantasan.

“Boleh menikmati, tetapi tetap dalam koridor syariat dan kepantasan,” pungkas Kiai Anwar.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 06 Maret 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:07
Ashar
15:08
Maghrib
18:13
Isya
19:22
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)