Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Pengamat Sosial: Fomo, Dampaknya Banyak dan Berbahaya

Fifiyanti Abdurahman Kamis, 19 Mei 2022 - 17:46 WIB
Pengamat Sosial: Fomo, Dampaknya Banyak dan Berbahaya
Ketergantungan akan media sosial menumbuhkan ketakutan akan ketinggalan tren atau yang disebut FOMO. Foto: Langit7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Berbicara fenomena FOMO (fear of missing out) yang dialami oleh generasi muda saat ini tentu tidak akan ada habisnya. Kecenderungan untuk selalu update informasi terbaru menjadi sebuah keharusan.

Melihat fenomena ini, pengamat sosial Puji Qomariyah mengatakan fenomena fomo yang dialami anak muda saat ini dampaknya banyak dan berbahaya.

Baca juga: 4 Tips Terhindar dari FOMO, Nomor 3 Harus Mulai Dipaksakan

"Fenomena fomo yang dialami oleh remaja menjadi faktor yang luar biasa terhadap perkembangan mereka. Jika dibiarkan dampaknya akan sangat banyak dan berbahaya," ujar Puji kepada Langit7, Kamis (19/5/2022).

Meskipun begitu, Wakil Rektor III Universitas Widya Mataram (UWM) ini mengakui dari sisi adaptasi terhadap perkembangan sosial, sindrom fomo sangat bagus.

"Dari sisi adaptasi mereka terhadap perkembangan dinamika sosial itu bagus, tetapi di sisi lain ketika ia mengikuti sesuatu yang tidak baik, ini akan menyusahkan," ujarnya.

"Siapa yang disusahkan? Lebih banyak dirinya sendiri dan keluarganya. Misalnya ia membutuhkan handphone dengan fitur lebih canggih dan kamera kualitas luar biasa, dan belum memiliki penghasilan. Tentunya yang disusahkan orang tua. Belum lagi jika orang tuanya tidak mampu," lanjut dia.

Nah, kata dia hal ini pasti akan menimbulkan konflik antara anak dan orang tua.

"Anak menginginkan sesuatu yang lebih, sementara orang tua tidak mampu. Konflik akan terjadi. Disfungsi di dalam keluarga akan terjadi. Dampaknya akan sangat banyak dan berbahaya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Puji meyebut gaya hidup seseorang merupakan imitasi dari gaya orang lain. Tidak bisa dipungkiri bahwa apa yang dilakukan semua tergantung dari orang lain.

"Jadi, apa yang kita lakukan itu, kalau dari perspektif sosiologi 50 persen dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan itu terdiri dari grup teman-teman sebaya kita. Mereka sangat mempengaruhi," tuturnya.

"Apalagi bagi anak-anak yang dari segi kematangan pemikiran belum bisa menentukan sendiri siapa dirinya. Sehingga ia sangat terbawa kondisi lingkungan grupnya," lanjut Puji.

Ketika ia tidak mengikuti tren komunitas tersebut seperti gaya dan perilakunya, tentu ia akan di-bully atau akan mendapatkan perilaku yang tidak mengenakkan.

Baca juga: Arti FOMO, Dikenal Sejak 2013 dan Kini Jadi Bahasa Anak Gaul

Kemudian, yang terjadi ketika anak muda itu mendapatkan perilaku bullying dari teman-teman atau dari lingkungannya, bahayanya mereka bisa bunuh diri dan ini banyak terjadi.

"Seperti kita lihat, banyak yang di-bully di media sosial itu kerentanan mereka adalah bunuh diri," pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)