Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 03 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Hati-Hati Diskon Akhir Tahun Picu Perilaku FOMO, Bikin Kantong Jebol

esti setiyowati Rabu, 24 Desember 2025 - 18:03 WIB
Hati-Hati Diskon Akhir Tahun Picu Perilaku FOMO, Bikin Kantong Jebol
Ilustrasi diskon di momen liburan akhir tahun. Foto: Pexels.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Liburan akhir tahun menjadi waktu yang paling dinanti oleh banyak orang untuk melepas penat setelah beraktivitas selama setahun.

Biasanya, momen libur akhir tahun digempur dengan diskon belanja, baik pusat perbelanjaan maupun platform belanja online.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga Prof Rudi Purwono mengingatkan bahwa diskon akhir tahun dan tren media sosial kerap memicu perilaku konsumtif atau Fear of Missing Out (FOMO).

Baca juga: Awal Sindrom Fomo, Pengamat Sosial: Berasal dari Didikan Orang Tua

Menurut Rudi, perilaku boros saat liburan seringkali dipengaruhi oleh faktor psikologis, bukan semata karena rendahnya literasi keuangan.

"Diskon sering menciptakan 'ilusi berhemat' yang justru mendorong pembelian barang secara spontan tanpa manfaat yang jelas," kata Rudi seperti dikutip dari laman UNAIR, Rabu (24/12/2025).

Terlebih di era digital, tekanan sosial untuk memamerkan kebahagiaan liburan di media sosial membuat keputusan konsumsi menjadi tidak rasional.

“Pengeluaran lebih didorong oleh keinginan sesaat dibandingkan pertimbangan rasional terutama berkaitan dengan kebutuhan,” jelasnya.

Agar tidak mengalami krisis keuangan pasca-liburan, Rudi menyarankan untuk melakukan penganggaran (budgeting) yang disiplin. Ia merekomendasikan sebuah rumus sederhana dalam mengelola uang saku.

“Salah satu pendekatan sederhana adalah mengalokasikan maksimal 20-30 persen uang saku bulanan untuk kebutuhan hiburan dan leisure selama liburan,” ungkapnya. Sementara sisanya, harus tetap diprioritaskan untuk kebutuhan rutin dan tabungan. Batasan ini berfungsi sebagai “pagar psikologis,” agar tidak terbuai oleh potongan harga yang fantastis.

Baca juga: Pengamat Sosial: Fomo, Dampaknya Banyak dan Berbahaya

Lebih lanjut Rudi menyoroti maraknya penggunaan fitur paylater di kalangan masyarakat di momen liburan. Ia mengingatkan bahwa sejatinya paylater adalah utang jangka pendek yang berisiko membebani masa depan dengan bunga atau denda tinggi.

“Penting bagi masyarakat untuk menerapkan mindset: Jika belum memiliki pendapatan tetap, maka prinsipnya sederhana: jangan membiayai gaya hidup dengan utang,” tegasnya.

Esensi liburan adalah untuk mengisi ulang energi (recharge), bukan sekadar bepergian jauh atau ke tempat mahal. Liburan berkualitas tetap bisa dinikmati meski dengan anggaran terbatas.

“Pada akhirnya, kebebasan finansial bukan soal seberapa besar uang yang dimiliki, melainkan seberapa bijak kita menggunakannya,” pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 03 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)