Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Awal Sindrom Fomo, Pengamat Sosial: Berasal dari Didikan Orang Tua

Fifiyanti Abdurahman Jum'at, 20 Mei 2022 - 09:01 WIB
Awal Sindrom Fomo, Pengamat Sosial: Berasal dari Didikan Orang Tua
Didikan orang tua yang salah mengakibatkan anak menjadi kecanduan mengakses media sosial. Foto: Langit7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Pengamat sosial Puji Qomariyah mengatakan sindrom fear of missing out (FOMO) yang dialami oleh anak muda hari ini, berasal dari didikan keluarga yang salah.

Menurut dia, kecemasan tersebut banyak timbul dari akibat perkembangan teknologi, yakni media sosial. Akan tetapi, semua berasal dari keluarga yang memperkenalkannya sejak dini.

Baca juga: Pengamat Sosial: Fomo, Dampaknya Banyak dan Berbahaya

"Dari kecil anak sudah diperkenalkan teknologi, hal ini biasanya karena orang tua tidak mau susah-susah untuk mendidik anak," ujar Puji kepada Langit7, Kamis (19/5/2022).

Wakil Rektor III Universitas Widya Mataram (UWM) ini lalu memberikan contoh kasus, kisah nyata yang dilihatnya langsung.

"Saya punya contoh kasus, kenalan saya memiliki anak berusia 2 tahun, dari kecil ia dikasih handphone hanya untuk supaya ia diam dan tidak mengganggu orang tuanya yang sibuk. Ketika orang tuanya pulang kerja dan ingin istirahat, maka ia kasih anaknya handphone," katanya.

"Nah, saat ini yang terjadi, anak tersebut jadi pemarah padahal masih usia 2 tahun. Dan itu diawali ketika handphone diminta oleh orang tuanya, ia akan marah. Dan ternyata semuanya berdampak ke arah lain. Ketika ia memiliki kemauan dan dilarang oleh orang tuanya maka ia akan melempari permainannya dan lainnya," lanjut Puji.

Menurut alumni Universitas Gadjah Mada ini, yang mengawali Fomo sebenarnya adalah orang tua.

Baca juga: 4 Tips Terhindar dari FOMO, Nomor 3 Harus Mulai Dipaksakan

"Apalagi di Jakarta semua orang tua sibuk, sehingga keluarga kehilangan kasih sayang akhirnya terjadi disfungsi keluarga. Jadi Fomo ini adalah bagian dari anak muda yang dia belum mampu belum menentukan atau mencari identitas dirinya, sehingga yang terjadi kecemasan ketika tidak bisa mengikuti trend," tutur Puji.

Apakah membahayakan? Puji berkata ketika tingkat ketakutan itu sudah menjadi tingkat stres yang luar biasa, maka berbahaya.

"Bahayanya tadi itu yang saya sampaikan, bisa menuju bunuh diri, jika ketakutan yang dialami menjadi luar biasa," pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)