Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

4 Tips Terhindar dari FOMO, Nomor 3 Harus Mulai Dipaksakan

mahmuda attar hussein Kamis, 19 Mei 2022 - 16:40 WIB
4 Tips Terhindar dari FOMO, Nomor 3 Harus Mulai Dipaksakan
Tips terhindar dari sindrom FOMO. (Foto: iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 4 tips terhindar dari FOMO atau fear of missing out. Gaya hidup tersebut dapat membawa keburukan, bahkan membuat seseorang mengalami kerugian materiil.

Ada beberapa cara memanfaatkan sisi positif FOMO agar dapat merubah diri menjadi lebih baik. Berikut 4 tips terhindar dari FOMO dirangkum dari berbagai sumber:

Baca Juga: Gaya Hidup Berubah, Ini 5 Tips bagi Mualaf untuk Memperdalam Islam

1. Jadikan Motivasi

Dalam bukunya, "Fear of Missing Out", Patrick J. McGinnis menyebutkan, sisi positif FOMO yakni merubah dan memotivasi diri agar menjadi lebih baik.

Menurutnya, tidak semua tren yang beredar di lingkungan harus diikuti. Jika selalu mengikuti tren yang ada, baik butuh ataupun tidak, justru hanya akan menyebabkan seseorang menjadi FOMO.

FOMO yang berkenaan dengan tren sosial, cukup dijadikan sebagai motivasi hidup. Sehingga, seseorang dapat terhindar dari istilah insecure.

Motivasi ini dilakukan dengan menerapkan target capaian, baik untuk mendapatkan penghasilan lebih besar ataupun bisa mengunjungi tempat baru untuk menambah wawasan.

Ingat, mengejar tren hanya cukup dijadikan motivasi agar diri bisa lebih baik. Bukan menempuh jalan pintas dengan terlibat pinjaman online ilegal.

2. Kontrol Diri

Dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB, Dwi Hastuti menyebutkan, FOMO berkenaan dengan narsisisme yang merupakan masalah sosial. FOMO bukan penyakit medis, melainkan penyakit psikologis.

"Jadi ada keinginan seseorang untuk merasa dirinya diakui dan merasa dirinya lebih daripada orang lain," katanya dikanal YouTube IPB TV.

Mengedukasi diri sendiri merupakan hal penting yang harus dilakukan, sehingga akan tercipta sebuah kontrol. Artinya, orang yang mampu mengontrol dirinya akan mampu menyaring segala informasi yang baik untuk diikuti, termasuk hal yang sedang tren.

3. Bijak Bermedsos

Seperti diketahui, peran media sosial (medsos) sangat berpengaruh terhadap fenomena FOMO. Walaupun begitu, bukan berarti seseorang dilarang untuk menggunakan media sosial, melainkan menggunakannya dengan bijak.

"Jadilah pribadi yang terkoneksi dengan lingkungan sekitar, perbanyak aktifitas di dunia nyata, gunakan media sosial sebagai sarana untuk mengembangkan jejaring."

"Coba pahami bahwa jumlah like dan komentar yang ada di media sosial bukanlah representasi kebahagiaan yang sesungguhnya," sambungnya.

4. Tingkatkan Pendidikan Anak di Rumah

FOMO seringkali berurusan dengan generasi milenial di usia produktifnya. Kebiasaan menghabiskan waktu di media sosial justru akan menyebabkan seseorang menjadi tidak produktif.

Dalam hal ini, dibutuhkan peran orang tua dalam mendidik anaknya, terutama ketika menginjak usia remaja. Sebab, pola pikir labil remaja dalam mengambil keputusan perlu diarahkan kepada sesuatu yang baik dan tidak berlebihan.

"Jadi sebagai orang tua harus mengarahkan anaknya di usia remaja mereka. Kemudian berikan kasih sayang sehingga mereka mendapat pengakuan dari orang tua," ungkapnya.

Harapannya, lanjut dia, remaja yang sudah mendapatkan cukup pengakuan dan kasih sayang orang tua akan merasa cukup dan tidak lagi memerlukan pengakuan dari dunia luar.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)