LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 4 tips terhindar dari
FOMO atau fear of missing out. Gaya hidup tersebut dapat membawa keburukan, bahkan membuat seseorang mengalami kerugian materiil.
Ada beberapa cara memanfaatkan
sisi positif FOMO agar dapat merubah diri menjadi lebih baik. Berikut 4 tips terhindar dari FOMO dirangkum dari berbagai sumber:
Baca Juga: Gaya Hidup Berubah, Ini 5 Tips bagi Mualaf untuk Memperdalam Islam1. Jadikan MotivasiDalam bukunya, "Fear of Missing Out", Patrick J. McGinnis menyebutkan, sisi positif FOMO yakni merubah dan memotivasi diri agar menjadi lebih baik.
Menurutnya, tidak semua tren yang beredar di lingkungan harus diikuti. Jika selalu mengikuti tren yang ada, baik butuh ataupun tidak, justru hanya akan menyebabkan seseorang menjadi FOMO.
FOMO yang berkenaan dengan tren sosial, cukup dijadikan sebagai motivasi hidup. Sehingga, seseorang dapat terhindar dari istilah insecure.
Motivasi ini dilakukan dengan menerapkan target capaian, baik untuk mendapatkan penghasilan lebih besar ataupun bisa mengunjungi tempat baru untuk menambah wawasan.
Ingat, mengejar tren hanya cukup dijadikan motivasi agar diri bisa lebih baik. Bukan menempuh jalan pintas dengan terlibat pinjaman online ilegal.
2. Kontrol DiriDosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB, Dwi Hastuti menyebutkan, FOMO berkenaan dengan narsisisme yang merupakan masalah sosial. FOMO bukan penyakit medis, melainkan penyakit psikologis.
"Jadi ada keinginan seseorang untuk merasa dirinya diakui dan merasa dirinya lebih daripada orang lain," katanya dikanal YouTube IPB TV.
Mengedukasi diri sendiri merupakan hal penting yang harus dilakukan, sehingga akan tercipta sebuah kontrol. Artinya, orang yang mampu mengontrol dirinya akan mampu menyaring segala informasi yang baik untuk diikuti, termasuk hal yang sedang tren.
3. Bijak BermedsosSeperti diketahui, peran media sosial (medsos) sangat berpengaruh terhadap fenomena FOMO. Walaupun begitu, bukan berarti seseorang dilarang untuk menggunakan media sosial, melainkan menggunakannya dengan bijak.
"Jadilah pribadi yang terkoneksi dengan lingkungan sekitar, perbanyak aktifitas di dunia nyata, gunakan media sosial sebagai sarana untuk mengembangkan jejaring."
"Coba pahami bahwa jumlah like dan komentar yang ada di media sosial bukanlah representasi kebahagiaan yang sesungguhnya," sambungnya.
4. Tingkatkan Pendidikan Anak di RumahFOMO seringkali berurusan dengan generasi milenial di usia produktifnya. Kebiasaan menghabiskan waktu di media sosial justru akan menyebabkan seseorang menjadi tidak produktif.
Dalam hal ini, dibutuhkan peran orang tua dalam mendidik anaknya, terutama ketika menginjak usia remaja. Sebab, pola pikir labil remaja dalam mengambil keputusan perlu diarahkan kepada sesuatu yang baik dan tidak berlebihan.
"Jadi sebagai orang tua harus mengarahkan anaknya di usia remaja mereka. Kemudian berikan kasih sayang sehingga mereka mendapat pengakuan dari orang tua," ungkapnya.
Harapannya, lanjut dia, remaja yang sudah mendapatkan cukup pengakuan dan kasih sayang orang tua akan merasa cukup dan tidak lagi memerlukan pengakuan dari dunia luar.
(bal)