LANGIT7.ID-Kami kenal dengan seseorang yang mungkin ekonominya pas-pasan tapi beliau sudah berumrah dan sudah DP haji. Bagi beliau, ke Tanah Suci itu penting.
Kami juga kenal dengan seseorang yang posisi kerjanya biasa-biasa aja tapi beliau punya laptop yang canggih dan mahal. Bagi beliau, laptop itu penting.
Hidup sederhana bukan berarti gak punya apa-apa. Kalau memang perlu, ya boleh punya. Nabi Muhammad itu punya unta dan baju perang yang bagus.
Sederhana itu soal sikap. Sekali lagi, soal sikap.
Maksudnya gimana? Sekedar contoh:
- Punya uang Rp1 juta, tetap merasa cukup dan lapang hati.
- Punya uang Rp 1 miliar, tetap sederhana dan rendah hati.
Lapang hati itu sikap. Rendah hati itu sikap.
Jadi, sangat mungkin bagi seseorang statusnya kaya-raya, tapi sikapnya sederhana. Pakaian dan sepatunya biasa. Tapi sedekahnya luarbiasa.
Sebaliknya ada juga orang miskin, tapi maaf, boros dan konsumtif. Barang-barang yang gak perlu, eh dibeli terus sama dia. Udah gelap mata.
Kemampuan cuma Rp 4 juta, tapi gaya hidup Rp10 juta. Aslinya hidup menderita, tapi gaya sosialita! Melampaui orang rata-rata!
Hehehe, kayak becanda ya. Padahal beneran ada lho orang kayak gini. Di luar nurul, di luar prediksi BMKG.
Di Komunitas BP, kami mengarahkan mitra-mitra untuk menjadi pribadi yang penuh prestasi, senang berbagi, dan tetap rendah hati.
Pada akhirnya, semoga kita semua dimampukan untuk menjadi pribadi yang berkelimpahan, namun tetap sederhana dan rendah hati. Aamiin. (*/saf/ Ippho Santosa/Komunitas QM)
(lam)