LANGIT7.ID, Jakarta -
Arti FOMO populer belakangan ini karena banyak orang berusaha memenuhi gaya hidup berlebihan. FOMO berasal dari kata fear of missing out atau takut tertinggal.
Sejak 2013,
kata FOMO sudah resmi masuk ke dalam Oxford English Dictionary. Pencetus pertama kata ini adalah Patrick J. McGinnis yang merupakan seorang venture capitalist.
Saat itu, Patrick yang sedang melanjutkan studinya di Harvard selalu merasa tertinggal dan tidak seperti teman-temannya yang lain. Dengan kata lain, Patrick merasa dirinya selalu tidak up to date.
Baca Juga: Pengertian FOMO, Gaya Hidup Milenial yang Bisa Picu DepresiDari keresahan itulah dia mengamati fenomena sosial ini dan mulai menulis buku, salah satunya fear of missing out. Hingga menjadi host dari podcast yang diberi nama FOMO Sapiens.
FOMO artinya rasa takut akan ketinggalan sebuah tren. Tren di sini memiliki artian yang luas, mulai dari informasi, gaya hidup, atau sekadar ketinggalan nonton film.
Sindrom ini biasanya menjangkit anak muda, baik generasi milenial maupun Z. Mereka yang FOMO, khawatir tidak bisa mengikuti tren yang dibawa lingkungannnya.
Dalam buku "Fear of Missing Out" juga disebutkan, seseorang akan merasa cemas di dunia yang bergelimang pilihan. Sehingga menimbulkan pengaruh di mana mereka akan sulit mengambil keputusan.
Selain itu, orang yang FOMO akan mendapati keadaan menjadi FOBO (Fear of Better Option). Istilah yang juga dikenalkan oleh Patrick ini memiliki makna rasa takut dan khawatir dalam mengambil keputusan.
Artinya, seseorang akan sulit mengambil keputusan yang tepat dan baik bagi dirinya, karena dampak FOMO yang menyebabkan orang memiliki rasa takut salah. Singkatnya, jika seseorang sudah terjangkit FOMO, maka dia juga akan mengalami sindrom itu.
(bal)