LANGIT7.ID, Jakarta - Fenomena
Citayam Fashion Week (CFW) dianggap sebagai cerminan dari krisis pendidikan saat ini. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian banyak pihak.
Pengamat politik, Iwan Januar mengatakan, orangtua, sekolah, masyarakat sekitar, bahkan pemerintah harus menaruh perhatian serius terhadap eksistensi
CFW.
"CFW perlu menjadi sorotan orangtua, khususnya terkait
pendidikan remaja. Bahwa pendidikan ini diberi untuk bukan terkenal tapi bermanfaat," kata dia dikutip Senin (25/7/2022).
Dia menegaskan, keterkenalan saja tidak cukup dalam perjalanan hidup. Mesti ada nilai kebermanfaatan yang dirasakan diri sendiri maupun orang lain.
Baca Juga: Akankah Citayam Fashion Week Jadi Tren Fesyen Baru?"Mereka ini fresh graduate dalam dunia hiburan yang menganggap bahwa tenar masih menyenangkan. Bahkan parahnya mereka kecanduan hingga melakukan berbagai cara untuk terkenal," tegasnya.
Hal ini mesti menjadi perhatian seluruh pihak. Pasalnya, ketenaran telah menjadi penyakit bagi remaja yang mesti diwaspadai.
"Ini warning bagi dunia pendidikan, bahwa ada yang salah. Bukan hanya CFW, tapi kini juga orang tua sudah mendukung anaknya menjadi gamers," ungkapnya.
Walaupun tidak merugikan orang lain, tapi dia menyayangkan fenomena ini. Di mana tidak merugikan saja tidak cukup, tapi perlu ada nilai faedah dan manfaat ketika melakukan sesuatu.
"Gamers tidak merugikan memang, tapi tidak bermanfaat bagi orang lain. Ini perlu koreksi dalam dunia pendidikan karena sudah tidak sehat. Kehidupan kita juga bukan hanya di atas catwalk (aspal), tapi juga harus ada skill yang berfaedah bagi orang lain," katanya.
Lebih lanjut, Iwan juga menyoroti perilaku remaja CFW yang tidak pulang ke rumah dan tidur di jalan. Dia khawatir perilaku ini menjadi sisi negatif untuk kehidupan remaja lainnya.
"Kita khawatir ini jadi inspirasi banyak remaja untuk tidak sekolah dan tidak pula pulang ke rumah. Sebab, banyak mereka yang tidur di JPO. Ini perlu perhatian orang tua agar tidak salah langkah dalam mendidik anak, sehingga mereka punya tujuan pendidikan yang jelas," harapnya.
(bal)