LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang mukmin yang
gaul akan menciptakan kesejukan di tempat tongkrongan. Sebab mereka bisa menjaga
adab dan membuat orang-orang betah dengan sosok tersebut.
Pendakwah
Ustadz Hanan Attaki mengatakan, umat Islam memang dianjurkan untuk pandai bergaul. Sebab sosialisasi ini akan memunculkan kebaikan, bahkan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Dalam sebuah hadist, dia mengatakan bahwa seorang mukmim yang bergaul dengan manusia dan sabar atas perlakuan mereka, itu lebih baik ketimbang orang-orang yang enggan bergaul.
Baca Juga: Bagaimana Panduan Islam terhadap Pergaulan di Media Sosial?Rasulullah bersabda: "Orang mukmin yang bergaul dengan manusia dan sabar terhadap kejahatan mereka lebih baik daripada orang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar terhadap kejahatan mereka." (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Tampil di depan publik, kata dia, terkadang menimbulkan rasa tidak nyaman. Rasa inilah yang juga terkadang bisa melatih orang untuk menjaga adab.
"Adab di sini bisa berarti tidak mencela, tidak membalas keburukan dengan keburukan, tidak berdebat dengan panjang lebar," ujar dia.
Orang-orang yang bergaul ini dikategorikan sebagai orang yang sabar. Mereka bisa mendapatkan pahala lebih banyak ketimbang orang yang memilih untuk tidak bergaul.
"Konsekuensi bergaul adalah mendapat penilaian dari orang lain, baik dari kegiatan sehari-hari maupun dalam sosial media."
"Dalam kondisi bergaul yang kita mendapati ketidaknyamanan dalam perkataan maupun sikap, sementara kita bersabar, tidak berlaku jahil, dan tidak kehilangan kontrol akhlak, maka kedudukan dia lebih besar pahalanya ketimbang mukmin yang tidak tampil dan tidak bergaul di depan publik," katanya.
(bal)