Desa Wisata Sungai Kupah Kembangkan Ekowisata Mangrove
Hasanah syakim
Jum'at, 11 Maret 2022 - 20:21 WIB
Ekowisata Mangrove di Desa Wisata Sungai Kupah, Kalimantan Barat (foto: kemenparekraf)
Desa Wisata Sungai Kupah, Kalimantan Barat melakukan pengembangan ekowisata mangrove berbasis masyarakat sebagai daya tarik yang kuat bagi para wisatawan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pengembangan ekowisata sejalan dengan tren pariwisata baru yang berkualitas dan berkelanjutan sehingga akan memperkuat peluang kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja secara maksimal.
“Saat ini lembaga dunia banyak yang tertuju terhadap gerakan-gerakanan penanaman mangrove untuk membantu ekosistem dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Sandiaga dalam rilis yang dikutip Jum’at (11/3/2022).
Baca juga:Coffee Angkasa Yogya, Tawarkan Kopi dengan Pemandangan Senja yang Eksotis
Menurut Sandiaga, momentum tersebut tidak boleh dilewatkan Desa Wisata Sungai Kupah untuk memperkuat dan mengembangkan ekowisata mangrove agar lebih dikenal dunia.
“Wisatawan yang datang selain dapat menyusuri hutan mangrove, juga dapat berfoto di gazebo. Menikmati kuliner di pondok gazebo hingga menikmati matahari terbenam di sana,” katanya.
Menurut Sandiaga, dirinya turut bangga Desa Wisata Sungai Kupah telah memberikan inspirasi untuk semua pihak, karena menurutnya saat ini mata dunia sedang tertuju pada mangrove dan Kubu Raya menjadi surganya mangrove.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pengembangan ekowisata sejalan dengan tren pariwisata baru yang berkualitas dan berkelanjutan sehingga akan memperkuat peluang kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja secara maksimal.
“Saat ini lembaga dunia banyak yang tertuju terhadap gerakan-gerakanan penanaman mangrove untuk membantu ekosistem dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Sandiaga dalam rilis yang dikutip Jum’at (11/3/2022).
Baca juga:Coffee Angkasa Yogya, Tawarkan Kopi dengan Pemandangan Senja yang Eksotis
Menurut Sandiaga, momentum tersebut tidak boleh dilewatkan Desa Wisata Sungai Kupah untuk memperkuat dan mengembangkan ekowisata mangrove agar lebih dikenal dunia.
“Wisatawan yang datang selain dapat menyusuri hutan mangrove, juga dapat berfoto di gazebo. Menikmati kuliner di pondok gazebo hingga menikmati matahari terbenam di sana,” katanya.
Menurut Sandiaga, dirinya turut bangga Desa Wisata Sungai Kupah telah memberikan inspirasi untuk semua pihak, karena menurutnya saat ini mata dunia sedang tertuju pada mangrove dan Kubu Raya menjadi surganya mangrove.