Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home wisata halal detail berita

Desa Wisata Sungai Kupah Kembangkan Ekowisata Mangrove

hasanah syakim Jum'at, 11 Maret 2022 - 20:21 WIB
Desa Wisata Sungai Kupah Kembangkan Ekowisata Mangrove
Ekowisata Mangrove di Desa Wisata Sungai Kupah, Kalimantan Barat (foto: kemenparekraf)
LANGIT7.ID, Jakarta - Desa Wisata Sungai Kupah, Kalimantan Barat melakukan pengembangan ekowisata mangrove berbasis masyarakat sebagai daya tarik yang kuat bagi para wisatawan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pengembangan ekowisata sejalan dengan tren pariwisata baru yang berkualitas dan berkelanjutan sehingga akan memperkuat peluang kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja secara maksimal.

“Saat ini lembaga dunia banyak yang tertuju terhadap gerakan-gerakanan penanaman mangrove untuk membantu ekosistem dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Sandiaga dalam rilis yang dikutip Jum’at (11/3/2022).

Baca juga: Coffee Angkasa Yogya, Tawarkan Kopi dengan Pemandangan Senja yang Eksotis

Menurut Sandiaga, momentum tersebut tidak boleh dilewatkan Desa Wisata Sungai Kupah untuk memperkuat dan mengembangkan ekowisata mangrove agar lebih dikenal dunia.

“Wisatawan yang datang selain dapat menyusuri hutan mangrove, juga dapat berfoto di gazebo. Menikmati kuliner di pondok gazebo hingga menikmati matahari terbenam di sana,” katanya.

Menurut Sandiaga, dirinya turut bangga Desa Wisata Sungai Kupah telah memberikan inspirasi untuk semua pihak, karena menurutnya saat ini mata dunia sedang tertuju pada mangrove dan Kubu Raya menjadi surganya mangrove.

“Mari kita tanam (mangrove) sebanyak-banyaknya sehingga bisa menjadi pabrik oksigen di dunia,” ujar Sandiaga. Menparekraf juga turut berkesempatan menyusuri track mangrove yang terbentang, dan memberikan 50 bibit mangrove untuk ditanam.

"Tadi saya diminta 10 bibit mangrove tapi saya naikan menjadi 50 bibit mangrove dan kami akan promosikan secara totalitas di kanal sosial media kami,” katanya.

Desa Wisata Sungai Kupah berada di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Terletak di penghujung hulu Sungai Kapuas, sedangkan hilir berada tepat di Selat Karimata yang berbatasan dengan Laut Natuna dan melewati garis khatulistiwa.

Selain wisata mangrove, Desa Wisata Sungai Kupah memiliki berbagai potensi lainnya. Seperti wisata susur sungai, dimana wisatawan dapat menyusuri aliran sungai terakhir dari Sungai Kapuas yang melewati Desa Sungai Kupah sambil melihat langsung spesies monyet langka yang sudah hampir punah.

“Terdapat beragam spesies monyet langka yang bisa ditemui, seperti monyet bekantan, monyet ekor panjang, juga lutung. Selain itu ada pula spesies Burung Raja Udang dan Burung Elang,” terangnya.

Desa Wisata Sungai Kupah Kembangkan Ekowisata Mangrove
Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Wisata Sungai Kupah, Kalimantan Barat (foto: kemenparekraf)

Sandiaga menyampaikan, desa wisata ini juga memiliki paket wisata Kampung Nelayan di mana wisatawan dapat menikmati nuansa kampung nelayan yang asri dengan keseharian masyarakat bertransaksi jual beli ikan segar.

Selain potensi wisata berbasis alam, Desa Wisata Sungai Kupah juga memiliki ragam potensi seni. Seperti tari mangrove yang menggambarkan tentang lingkungan mangrove yang saat ini kondisinya kerap dikelilingi oleh sampah kiriman dari muara Sungai Kapuas.

“Tarian ini juga memperlihatkan usaha masyarakat yang mengikat dan membersihkan sampah-sampah, sebagai upaya menjaga dan melestarikan kawasan hutan mangrove,” tambahnya.

Selain itu, terdapat Tundang (pantun dendang) sebuah seni yang disampaikan lewat lisan dalam bentuk pantun diiringi dengan gendang. Kesenian tundang pada dasarnya memang harus menggunakan alat musik tradisional dan diiramakan menjadi sebuah lirik lagu atau syair yang disesuaikan dengan keadaan ataupun suasana sekitar.

"Terkait infrastruktur, kami sudah koordinasikan dengan Kementerian PUPR untuk melakukan perbaikan, dalam memperkuat pengembangan Desa Wisata Sungai Kupah sebagai sebuah komitmen," kata Sandiaga.

Kemudian, terkait pengelolaan sampah, pihaknya menghadirkan langsung solusi yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu yaitu tempat sampah multifungsi.

Baca juga: Potensi Wisata Likupang Perlu Digali Sebagai Destinasi Super Prioritas

“(Pengelolaan) Sampah alatnya masih sangat tradisional, oleh karena itu tidak pakai lama, kami hadirkan tempat sampah 3 in 1. Inilah bentuk gerak cepat kita sebagai langkah awal dan kami akan mengajak pihak-pihak lain untuk menghadirkan tempat sampah agar lebih representatif,” ungkap Sandiaga.

Menurutnya, potensi-potensi wisata yang ada akan dipromosikan seperti anyaman, dan beberapa produk lainnya, akan ditawarkan saat event MotoGp 2022 di Mandalika, Lombok serta beberapa produk yang nanti akan ditawarkan pada ajang G20.

“Kalimantan Barat ditargetkan memiliki 128 Desa Wisata untuk didaftarkan di Jaringan Desa Wisata (Jadesta). Ini simbol kebangkitan ekonomi, peluang usaha dan lapangan kerja, simbol kekuatan ekonomi baru yang sedang kita susun bersama Presiden Joko Widodo yaitu desa wisata bahari,”tutup Sandiaga.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan