3M Lindungi Diri dari Covid-19, Vaksin Lindungi Pasien dari Risiko Kematian
Fajar adhitya
Rabu, 28 Juli 2021 - 02:06 WIB
Suasana kompleks pemakaman COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta, Ahad (4/7/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa disiplin 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan secara berkala akan melindungi masyarakat dari penularan Covid-19. Bagi warga yang sudah atau belum divaksin, sama-sama saja. Tetap harus disiplin menerapkan 3M.
"Kalau 3M dijalankan, itu menjadi ketangguhan pertama untuk terproteksi, apalagi saat ini muncul varian Delta," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam siniar 'Penyuluhan Penguatan Peran Desa Dalam Penanganan Covid-19' yang dipantau dari Jakarta, Selasa (27/7).
Sementara Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengemukakan, vaksin akan memberikan perlindungan yang efektif terhadap pasien Covid-19 dari risiko kematian.
"Vaksinasi itu mengurangi risiko terhadap gejala sakit berat dan juga tingkat kematian dan juga bisa memberikan perlindungan, karena vaksin bekerja untuk melatih sistem kekebalan tubuh kita," kata Siti Nadia Tarmizi saat hadir secara virtual dalam acara Dialog Produktif Semangat Selasa yang dipantau dari Jakarta, Selasa malam (27/7).
Kesimpulannya, disiplin 3M dan vaksin, menurut pemerintah, sama-sama harus digalakkan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 sekaligus untuk mengurangi risiko kematian akibat virus ganas dari Wuhan, China, tersebut. Terlebih lagi, Covid-19 dengan varian baru asal India atau varian Delta sudah menyebar di Indonesia.
Wiku Adisasmito mengatakan, vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar dalam mengakhiri pandemi Covid-19. Vaksin memang tidak akan membuat seseorang benar-benar terbebas dari risiko penularan, tetapi dampak atau gejala yang ditimbulkan dari virus akan lebih ringan ketimbang mereka yang belum mendapat vaksin.
Di samping telah mendapatkan vaksin, dukungan dengan tetap menerapkan 3M akan semakin mempertebal keselamatan seseorang dari risiko penularan. Maka dari itu, vaksin dan protokol kesehatan merupakan bagian yang tak bisa terpisahkan dalam upaya mengakhiri pandemi.
"Kalau 3M dijalankan, itu menjadi ketangguhan pertama untuk terproteksi, apalagi saat ini muncul varian Delta," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam siniar 'Penyuluhan Penguatan Peran Desa Dalam Penanganan Covid-19' yang dipantau dari Jakarta, Selasa (27/7).
Sementara Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengemukakan, vaksin akan memberikan perlindungan yang efektif terhadap pasien Covid-19 dari risiko kematian.
"Vaksinasi itu mengurangi risiko terhadap gejala sakit berat dan juga tingkat kematian dan juga bisa memberikan perlindungan, karena vaksin bekerja untuk melatih sistem kekebalan tubuh kita," kata Siti Nadia Tarmizi saat hadir secara virtual dalam acara Dialog Produktif Semangat Selasa yang dipantau dari Jakarta, Selasa malam (27/7).
Kesimpulannya, disiplin 3M dan vaksin, menurut pemerintah, sama-sama harus digalakkan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 sekaligus untuk mengurangi risiko kematian akibat virus ganas dari Wuhan, China, tersebut. Terlebih lagi, Covid-19 dengan varian baru asal India atau varian Delta sudah menyebar di Indonesia.
Wiku Adisasmito mengatakan, vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar dalam mengakhiri pandemi Covid-19. Vaksin memang tidak akan membuat seseorang benar-benar terbebas dari risiko penularan, tetapi dampak atau gejala yang ditimbulkan dari virus akan lebih ringan ketimbang mereka yang belum mendapat vaksin.
Di samping telah mendapatkan vaksin, dukungan dengan tetap menerapkan 3M akan semakin mempertebal keselamatan seseorang dari risiko penularan. Maka dari itu, vaksin dan protokol kesehatan merupakan bagian yang tak bisa terpisahkan dalam upaya mengakhiri pandemi.