Spesialis Saraf: Penyintas Covid-19 Berisiko Demensia Alzheimer
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 16 Maret 2022 - 12:16 WIB
Ilustrasi Demensia Alzheimer. Foto: LANGIT7/iStock
Meski kasus penularan Covid-19 tampak menurun di Indonesia, namun masyarakat tetap dihimbau tetap patuh pada protokol kesehatan. Terutama bagi mereka yang memiliki komorbid dan imunitas rendah. Sebab bila terinfeksi, golongan ini akan memiliki gejala berat hingga kritis yang mengharuskan mendapat perawatan medis.
Virus covid telah memicu berbagai masalah kesehatan dan dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Dampaknya bisa sampai seumur hidup termasuk memperbesar risiko terjadinya Demensia Alzheimer.
Baca juga: Waspada, Penyintas Covid-19 Masih Bisa Terinfeksi Lagi
Dokter Spesialis Saraf dan Champion ALZI, dr Sheila Agustini mengatakan penyintas Covid-19 rentan terhadap risiko Demensia Alzheimer.
"Virus Covid dapat menyebabkan peradangan pada susunan saraf pusat. Saat virus covid merusak pembuluh darah di bagian otak maka ada sel-sel otak yang mengalami degenerasi bahkan mati. Inilah yang menyebabkan penyintas menjadi rentan terhadap risiko Demensia Alzheimer sehingga perlu tetap diwaspadai," kata dr Sheila Agustini dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (16/3/2022).
Sebagai tindakan preventif, dr Sheila menyarankan para penyintas untuk melakukan berbagai aktivitas untuk menstimulasi fungsi kognitif.
"Seperti rajin membaca, menulis, bermain tebak-tebakan, bermain catur, mengisi TTS, dan lainnya," jelas dr Sheila.
Virus covid telah memicu berbagai masalah kesehatan dan dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Dampaknya bisa sampai seumur hidup termasuk memperbesar risiko terjadinya Demensia Alzheimer.
Baca juga: Waspada, Penyintas Covid-19 Masih Bisa Terinfeksi Lagi
Dokter Spesialis Saraf dan Champion ALZI, dr Sheila Agustini mengatakan penyintas Covid-19 rentan terhadap risiko Demensia Alzheimer.
"Virus Covid dapat menyebabkan peradangan pada susunan saraf pusat. Saat virus covid merusak pembuluh darah di bagian otak maka ada sel-sel otak yang mengalami degenerasi bahkan mati. Inilah yang menyebabkan penyintas menjadi rentan terhadap risiko Demensia Alzheimer sehingga perlu tetap diwaspadai," kata dr Sheila Agustini dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (16/3/2022).
Sebagai tindakan preventif, dr Sheila menyarankan para penyintas untuk melakukan berbagai aktivitas untuk menstimulasi fungsi kognitif.
"Seperti rajin membaca, menulis, bermain tebak-tebakan, bermain catur, mengisi TTS, dan lainnya," jelas dr Sheila.