LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap orang memiliki risiko kesehatan yang berbeda saat terinfeksi Covid-19. Ada yang mengalami flu, demam, batuk, sesak napas, ruam di kulit dan lainnya.
Melansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC AS) Rabu (23/2/2022), bahkan ada kategori orang tertentu yang paling berisiko saat dirinya terpapar Covid-19 hingga menyebabkan kematian. Lantas kelompok mana saja yang paling berisiko saat terinfeksi Covid-19? Berikut rinciannya.
Baca juga: Kabar Gembira, Obat Covid-19 Mulai Dipasarkan1. Orang Lanjut UsiaMenurut CDC, lebih dari 81 persen kematian karena infeksi virus corona dialami orang berusia di atas 65 tahun. Ini disebabkan sistem kekebalan tubuh mereka yang melemah saat bertambah usia.
Jumlah kematian orang yang berusia di atas 65 tahun akibat Covid-19, 97 kali lebih tinggi daripada jumlah kematian pada orang berusia 18-29 tahun.
2. Orang dengan Penyakit Bawaan (Komorbid) Coronavirus adalah kumpulan virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Salah satu kondisi seseorang paling berisiko terpapar Covid-19 adalah yang memiliki penyakit bawaan paru-paru, seperti Asma, Bronkiektasis (penebalan saluran paru-paru), Hipertensi hingga Bronkitis.
Pada banyak kasus, virus ini menyebabkan infeksi pernapasan ringan seperti flu. Namun, corona juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat seperti infeksi paru-paru (pneumonia).
Paru-paru merupakan salah satu organ vital manusia. Jika sistem pernapasan terganggu akibat penyakit, maka nyawa juga akan terancam. Tak hanya itu, orang penyakit penyerta lainnya seperti diabetes, demensia, kelainan imun, obesitas, stroke, HIV dan kelainan jantung juga sangat berisiko saat terpapar Covid-19.
Baca juga: Gelombang Omicron, Ini 3 Minuman Herbal yang Paling Banyak Dicari3. Orang dengan Gangguan MentalOrang yang memiliki gangguan suasana hati (mood) termasuk depresi, Obsessive-Compulsive Disorder (OCD), spektrum skizofrenia dan lainnya lebih mudah terpapar Covid-19. Sebab, kondisi tersebut secara otomatis menurunkan imunitas. Semakin rendah imunitas seseorang maka kian mudah virus masuk ke dalam tubuh.
4. Orang yang Memiliki Transplantasi Organ Pasien transplantasi organ menjadi salah satu kelompok rentan mengalami keparahan penyakit akibat infeksi virus corona. Penerima transplantasi organ menggunakan obat yang mencegah sistem kekebalan sehingga menolak organ yang ditransplantasikan.
Efek samping penggunaan obat tersebut salah satunya menurunkan sistem kekebalan. Ini membuatnya kurang mampu untuk melawan virus. Bahkan, CDC merekomendasikan orang-orang yang mengalami gangguan kekebalan seperti penerima transplantasi boleh untuk mendapatkan vaksin Covid-19 dosis keempat.
5. Penderita KankerSeseorang penderita kanker memiliki risiko lebih tinggi terpapar Covid-19. Hal itu disebabkan oleh kemoterapi yang dapat mengurangi sel-sel sistem kekebalan yang sehat dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit ringan.
CDC merekomendasikan agar setiap orang dengan kondisi medis yang mendasarinya, termasuk kanker melakukan serangkaian seri vaksin Covid-19 primer dan suntikan booster. Adapun jenis vaksin yang bisa dipilih antara lain dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech, dua dosis vaksin Moderna atau satu dosis vaksin Janssen Johnson & Johnson.
Baca juga:
Mengenal Habbatussauda, Obat Manjur untuk Banyak Jenis Penyakit
Omicron Picu Ganggungan Psikosomatik, Pakar UI: Jangan Sepelekan(asf)