home edukasi & pesantren

Indonesia Pimpin Agenda Perbaikan Pendidikan Dunia di G20 EdWG 2022

Rabu, 16 Maret 2022 - 21:35 WIB
Pembukaan G20 EdWG 2022 (Foto: Kemendikbudristek)
Agenda pertemuan pertama Education Working Group (EdWG) 2022 16-18 Maret 2022 dimulai hari ini di Yogyakarta.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) akan memimpin rangkaian agenda G20 EdWG di sepanjang tahun ini dalam rangka menghadirkan sistem pendidikan yang berkualitas untuk semua.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbudristek RI), Nadiem Anwar Makarim, membuka G20 EdWG dengan menyambut delegasi negara-negara anggota G20, undangan khusus, dan organisasi internasional. Nadiem mengatakan, pandemi COVID-19 telah membawa momen refleksi kepada berbagai pihak mengenai tantangan sistem pendidikan yang dihadapi dunia saat ini.

Baca juga: Platform Merdeka Mengajar Menciptakan Pembelajaran Kolaboratif

Ia berpesan kepada seluruh delegasi yang hadir pada pertemuan G20 EdWG. “Selama ini, kita semua belum berupaya dengan maksimal. Cara hidup kita belum cukup berkelanjutan, belum cukup tangguh, belum cukup berkeadilan untuk menghadapi tantangan berikutnya di masa depan. Dari kesehatan pribadi sampai kesehatan publik, hubungan kita dengan alam, dan cara kita mendidik anak-anak. Kita semua harus bertindak lebih nyata,” ujar Mendikbudristek.

Pandemi COVID-19 mendisrupsi sistem pendidikan secara global, mempengaruhi ratusan juta anak-anak di seluruh dunia. “Karena kesejahteraan masa depan kita bergantung pada anak-anak kita, bersama-sama kita harus membawa perubahan mendasar dalam sistem pendidikan dan menjadikan pembelajaran menjadi semakin relevan dengan tantangan di abad ke-21,” tegas Nadiem, dikutip dalam rilis Kemendikbudristek di Jakarta, Rabu (16/3/2022).

Indonesia, sebut Mendikbudritek, akan mengambil kesempatan untuk melanjutkan kepresidenan G20 dengan memperkuat kolaborasi demi mewujudkan masa depan pasca-COVID yang lebih adil, tangguh, dan berkelanjutan. Nadiem menambahkan, Indonesia sangat menjunjung tinggi prinsip kolaborasi. Sejarah Indonesia kental dengan nilai gotong royong atau saling membantu dan mendukung untuk mencapai tujuan bersama, sesuai dengan tema presidensi G20 tahun ini, ‘Recover Together, Recover Stronger’ atau ‘Pulih Bersama, Pulih Lebih Kuat’.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
g20 kemendikbudristek presidensi g20 forum g20 dewg20
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya