PLN Operasikan 2 Infrastruktur Ketenagalistrikan Strategis di Surabaya
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 16 Maret 2022 - 21:24 WIB
PT PLN (Persero) mengoperasikan dua infrastruktur ketenagalistrikan strategis senilai Rp304 miliar di kawasan Surabaya Metropolis. (Foto: Humas PLN)
PT PLN (Persero) mengoperasikan dua infrastruktur ketenagalistrikan strategis senilai Rp304 miliar di Surabaya. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menyambut geliat pertumbuhan ekonomi di kawasan Surabaya Metropolis.
Dalam hal ini, PLN memberikan tegangan (energize) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Gunungsari Incomer dan Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kV Gunungsari. Dengan adanya kedua infrastruktur ini, pertumbuhan kebutuhan kelistrikan Surabaya Metropolis di wilayah Surabaya Selatan dan Surabaya Barat semakin meningkat selama beberapa tahun terakhir.
Baca Juga:PLN Gandeng AFD Prancis untuk Bangun Pembangkit Tenaga Angin 200 MW di Banten
"Ini juga merupakan upaya PLN dalam mendukung geliat ekonomi yang diprediksi akan semakin bertambah sejalan dengan perubahan pandemi menjadi endemi, terutama untuk pelanggan bisnis dan real estate," ujar Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/3/2022).
Seperti halnya gardu induk, GIS berfungsi sebagai penghubung dan pemutus tenaga listrik. Namun, GIS menggunakan isolator gas Sulphurhexaflouride (SF6).
Melalui GIS 150 kV Gunungsari maka akan menambah kapasitas daya listrik di wilayah Waru dan Sawahan. Sementara SUTT 150 kV Gunungsari Incomer nantinya akan menyalurkan daya ke GIS 150 kV Gunungsari dengan kapasitas trafo 2 x 60 MVA yang direncanakan akan beroperasi pada akhir Maret 2022.
Baca Juga:PLN Siap Pasok Listrik 80 MVA ke Smelter Antam di Halmahera Timur
Dalam hal ini, PLN memberikan tegangan (energize) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Gunungsari Incomer dan Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kV Gunungsari. Dengan adanya kedua infrastruktur ini, pertumbuhan kebutuhan kelistrikan Surabaya Metropolis di wilayah Surabaya Selatan dan Surabaya Barat semakin meningkat selama beberapa tahun terakhir.
Baca Juga:PLN Gandeng AFD Prancis untuk Bangun Pembangkit Tenaga Angin 200 MW di Banten
"Ini juga merupakan upaya PLN dalam mendukung geliat ekonomi yang diprediksi akan semakin bertambah sejalan dengan perubahan pandemi menjadi endemi, terutama untuk pelanggan bisnis dan real estate," ujar Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/3/2022).
Seperti halnya gardu induk, GIS berfungsi sebagai penghubung dan pemutus tenaga listrik. Namun, GIS menggunakan isolator gas Sulphurhexaflouride (SF6).
Melalui GIS 150 kV Gunungsari maka akan menambah kapasitas daya listrik di wilayah Waru dan Sawahan. Sementara SUTT 150 kV Gunungsari Incomer nantinya akan menyalurkan daya ke GIS 150 kV Gunungsari dengan kapasitas trafo 2 x 60 MVA yang direncanakan akan beroperasi pada akhir Maret 2022.
Baca Juga:PLN Siap Pasok Listrik 80 MVA ke Smelter Antam di Halmahera Timur