LANGIT7.ID, Surabaya - PT PLN (Persero) mengoperasikan dua infrastruktur ketenagalistrikan strategis senilai Rp304 miliar di Surabaya. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menyambut geliat pertumbuhan ekonomi di kawasan
Surabaya Metropolis.
Dalam hal ini, PLN memberikan tegangan (energize) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Gunungsari Incomer dan Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kV Gunungsari. Dengan adanya kedua infrastruktur ini, pertumbuhan kebutuhan kelistrikan Surabaya Metropolis di wilayah Surabaya Selatan dan Surabaya Barat semakin meningkat selama beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: PLN Gandeng AFD Prancis untuk Bangun Pembangkit Tenaga Angin 200 MW di Banten "Ini juga merupakan upaya PLN dalam mendukung geliat ekonomi yang diprediksi akan semakin bertambah sejalan dengan perubahan pandemi menjadi endemi, terutama untuk pelanggan bisnis dan real estate," ujar Direktur Mega Proyek dan
Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/3/2022).
Seperti halnya gardu induk, GIS berfungsi sebagai penghubung dan pemutus tenaga listrik. Namun, GIS menggunakan isolator gas Sulphurhexaflouride (SF6).
Melalui GIS 150 kV Gunungsari maka akan menambah kapasitas daya listrik di wilayah Waru dan Sawahan. Sementara SUTT 150 kV Gunungsari Incomer nantinya akan menyalurkan daya ke GIS 150 kV Gunungsari dengan kapasitas trafo 2 x 60 MVA yang direncanakan akan beroperasi pada akhir Maret 2022.
Baca Juga: PLN Siap Pasok Listrik 80 MVA ke Smelter Antam di Halmahera TimurHadirnya dua infrastruktur ini membuat keandalan sistem kelistrikan di wilayah Surabaya, khususnya Surabaya Selatan semakin bertambah. Sebelumnya, wilayah tersebut hanya mengandalkan pasokan listrik GIS 150 kV Darmogrande dan GIS 150 kV Waru.
Di sisi lain, General Manager
PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB), Muhammad Ramadhansyah menyampaikan bahwa pelaksanaan pemberian tegangan pertama ini sesuai target yang ditetapkan. "Sehingga keandalan listrik dapat ditingkatkan secara optimal," kata Ramadhansyah.
Selanjutnya, segera menyusul dua pekerjaan lainnya yaitu pengoperasian Trafo 1 sebesar 60 MVA dan Trafo 2 sebesar 60 MVA pada GIS 150 kV Gunungsari. Keduanya ditargetkan beroperasi pada akhir Maret 2022.
Baca Juga: PLN Kantongi Pendanaan USD 380 Juta untuk Bangun PLTA Upper CisokanRamadhansyah menjelaskan ada sejumlah tantangan yang harus diselesaikan oleh PLN dalam proyek ini. "Terlebih, situasi lapangan di wilayah Surabaya pada awal tahun cukup menantang, pandemi yang kembali meningkat disertai dengan cuaca hujan ekstrem yang sering terjadi," ucapnya.
Melalui penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat, disertai protokol kesehatan untuk menjamin keamanan dan keselamatan para pekerja, proyek ini pun berhasil diselesaikan dengan predikat kecelakaan nihil (zero accident).
Baca Juga:
Pelanggan Premium PLN Terus Meningkat Sepanjang Tahun Ini
Dukung Hilirisasi Mineral, PLN Pasok Listrik 170 MVA ke Smelter Freeport(asf)