Gempa M 7,3 Guncang Jepang, Bayang-bayang Bencana 2011 di Fukushima
Ummu hani
Kamis, 17 Maret 2022 - 09:54 WIB
Ilustrasi kerusakan akibat bencana alam gempa bumi. Foto: Langit7.id/iStock
Gempa berkekuatan magnitudo 7,3 mengguncang Jepang timur pada Rabu (16/3/2022) malam. Gempa tersebut berpusat di lepas pantai wilayah Fukushima pada kedalaman 60 kilometer.
Melansir dari AFP, Kamis (17/3/2022) Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan, gempa tersebut memicu peringatan tsunami dengan gelombang hingga satu meter untuk beberapa bagian pantai timur laut, terutama di wilayah Fukushima dan Miyagi.
Baca Juga:Gampa Magnitudo 6,9 Nias Selatan di Zona Megathrust, Ini Penjelasannya
Untungnya, Tokyo Electric Power Company (TEPCO) memastikan pembangkit nuklir Fukushima Daiichi tidak mengalami gangguan atau kerusakan. "Tidak ada juga fluktuasi signifikan di pos pemantauan yang dikonfirmasi di PLTN Fukushima Daini," tulis pengumuman TEPCO, di akun Twitter resminya, @TEPCP_English.
Sebagai informasi, Jepang berada di "Cincin Api" Pasifik, busur aktivitas seismik intens yang membentang di Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik. Negara Sakura ini sering diguncang gempa sehingga memiliki peraturan konstruksi yang ketat guna memastikan bangunan bisa menahan getaran besar.
Bencana ini seolah masih menjadi bayang-bayang 11 tahun lalu, saat gempa yang memicu tsunami mengguncang Jepang berkekuatan magnitudo 9,0.
Baca Juga:Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Nias Selatan, Tak Berpotensi Tsunami
Melansir dari AFP, Kamis (17/3/2022) Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan, gempa tersebut memicu peringatan tsunami dengan gelombang hingga satu meter untuk beberapa bagian pantai timur laut, terutama di wilayah Fukushima dan Miyagi.
Baca Juga:Gampa Magnitudo 6,9 Nias Selatan di Zona Megathrust, Ini Penjelasannya
Untungnya, Tokyo Electric Power Company (TEPCO) memastikan pembangkit nuklir Fukushima Daiichi tidak mengalami gangguan atau kerusakan. "Tidak ada juga fluktuasi signifikan di pos pemantauan yang dikonfirmasi di PLTN Fukushima Daini," tulis pengumuman TEPCO, di akun Twitter resminya, @TEPCP_English.
Sebagai informasi, Jepang berada di "Cincin Api" Pasifik, busur aktivitas seismik intens yang membentang di Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik. Negara Sakura ini sering diguncang gempa sehingga memiliki peraturan konstruksi yang ketat guna memastikan bangunan bisa menahan getaran besar.
Bencana ini seolah masih menjadi bayang-bayang 11 tahun lalu, saat gempa yang memicu tsunami mengguncang Jepang berkekuatan magnitudo 9,0.
Baca Juga:Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Nias Selatan, Tak Berpotensi Tsunami