Tingkat Inflasi Indonesia Masih Tergolong Rendah
Hasanah syakim
Kamis, 17 Maret 2022 - 18:34 WIB
Menkeu Sri Mulyani
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia di tahun lalu mengalami inflasi relatif ringan sekitar 1,6 persen.
Menurut Sri Mulyani, jika dibanding dengan banyak negara maju, dan berkembang lainnya tingkat inflasi Indonesia masih tergolong rendah.
“Januari dan Februari kami memiliki sedikit peningkatan di atas 2 persen. Jika dibandingkan dengan banyak negara maju atau bahkan negara berkembang lainnya, tingkat inflasi ini masih tergolong sangat rendah,” kata Sri Mulyani dalam keterangannya dikutip Kamis (17/3/2022).
Baca juga:Perang Rusia-Ukraina Beresiko Hambat Pertumbuhan Ekonomi
Kendati demikian, menurutnya Indonesia tetap akan berhati-hati dengan harga komoditas global dan gangguan pasokan, bahkan sebelum invasi Rusia ke Ukraina yang telah menciptakan tekanan pada harga.
“Itu bisa dilihat dari banyaknya tingkat inflasi negara maju dan beberapa negara berkembang yang sudah meningkat cukup signifikan dan itu pasti akan berdampak,” ujar Sri Mulyani.
Sri Mulyani menjelaskan, respon terhadap kebijakan moneter di banyak negara maju dalam hal pengetatan dan peningkatan inflasi akan mempengaruhi daya beli, sehingga akan mempengaruhi pemulihan yang didorong oleh konsumsi.
Menurut Sri Mulyani, jika dibanding dengan banyak negara maju, dan berkembang lainnya tingkat inflasi Indonesia masih tergolong rendah.
“Januari dan Februari kami memiliki sedikit peningkatan di atas 2 persen. Jika dibandingkan dengan banyak negara maju atau bahkan negara berkembang lainnya, tingkat inflasi ini masih tergolong sangat rendah,” kata Sri Mulyani dalam keterangannya dikutip Kamis (17/3/2022).
Baca juga:Perang Rusia-Ukraina Beresiko Hambat Pertumbuhan Ekonomi
Kendati demikian, menurutnya Indonesia tetap akan berhati-hati dengan harga komoditas global dan gangguan pasokan, bahkan sebelum invasi Rusia ke Ukraina yang telah menciptakan tekanan pada harga.
“Itu bisa dilihat dari banyaknya tingkat inflasi negara maju dan beberapa negara berkembang yang sudah meningkat cukup signifikan dan itu pasti akan berdampak,” ujar Sri Mulyani.
Sri Mulyani menjelaskan, respon terhadap kebijakan moneter di banyak negara maju dalam hal pengetatan dan peningkatan inflasi akan mempengaruhi daya beli, sehingga akan mempengaruhi pemulihan yang didorong oleh konsumsi.