Spesialis Gizi: Kedelai Bantu Jaga Nutrisi Pasien Dialisis
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 18 Maret 2022 - 07:04 WIB
Kedelai dan hasil olahannya, tahu. Foto: iStock
Tempe menjadi makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh pasien penyakit ginjal kronik (PGK). Menurut dokter spesialis gizi klinik di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Anna Maurina Singal, M.Gizi, Sp.GK(K), hal tersebut tidak benar.
"Kedelai sebagai bahan baku tempe mengandung isoflavon yang dapat membantu memperlambat progresivitas perburukan derajat gagal ginjal kronik," kata dr Anna seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (18/3/2022).
Anna menambahkan, kedelai juga dapat membantu menjaga status nutrisi pada pasien dengan dialisis. Meski tak dilarang, namun pasien dialisis sebaiknya tetap memperhatikan jumlah asupan.
Baca juga: Gagal Ginjal Mengintai, Ini Aturan Minum Air Putih yang Sehat
Selain tempe, sayuran hijau yang sebagian mengandung kalium juga kerap diangggap dapat memburuk kondisi masalah ginjal. Anna memberikan tips pengolahan sayur yang aman antara lain: mengupas dan memasukkannya ke dalam air dingin agar tidak menggelap, mengirisnya setebal kurang lebih 1/8 inci.
Setelah itu, bilas sayur dengan air hangat selama beberapa detik, rendam selama minimal dua jam dalam air hangat.
"Gunakan sepuluh kali jumlah air untuk jumlah sayuran. Jika perendaman lebih lama, ganti air setiap empat jam," tutur dia.
"Kedelai sebagai bahan baku tempe mengandung isoflavon yang dapat membantu memperlambat progresivitas perburukan derajat gagal ginjal kronik," kata dr Anna seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (18/3/2022).
Anna menambahkan, kedelai juga dapat membantu menjaga status nutrisi pada pasien dengan dialisis. Meski tak dilarang, namun pasien dialisis sebaiknya tetap memperhatikan jumlah asupan.
Baca juga: Gagal Ginjal Mengintai, Ini Aturan Minum Air Putih yang Sehat
Selain tempe, sayuran hijau yang sebagian mengandung kalium juga kerap diangggap dapat memburuk kondisi masalah ginjal. Anna memberikan tips pengolahan sayur yang aman antara lain: mengupas dan memasukkannya ke dalam air dingin agar tidak menggelap, mengirisnya setebal kurang lebih 1/8 inci.
Setelah itu, bilas sayur dengan air hangat selama beberapa detik, rendam selama minimal dua jam dalam air hangat.
"Gunakan sepuluh kali jumlah air untuk jumlah sayuran. Jika perendaman lebih lama, ganti air setiap empat jam," tutur dia.