Akademi Salam, Tempat Siswa Temukan Kemerdekaan dalam Belajar
Muhajirin
Ahad, 29 Mei 2022 - 05:00 WIB
Kegiatan di Sanggar Anak Alam (foto: istimewa)
Berawal dari keinginan Praktisi Pendidikan, Toto Rahardjo yang ingin membuat satu wadah pendidikan yang memberikan kebebasan kepada anak menemukan naluri belajar mereka. Didirikanlah Akademi Sanggar Anak Alam atau Akademi Salam. Anak yang tergabung di akademi ini akan mempelajari hal paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
Salam berdiri pada 1988 di Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara. Dalam perkembangannya, Salam beretamorfosis menjadi komunitas pemuda ANANE29 sampai saat ini.
Pada 20 Juni 2000, Salam dihidupkan lagi oleh Sri Wahyaningsih dan Toto Rahardjo di Kampung Nitiprayan, Kelurahan Ngestiharjo, Bantul, Yogyakarta.
Toto menjelaskan, Akademi Salam didirikan untuk merespons zaman digital. Salam ingin memfasilitasi orang-orang yang hendak belajar secara mandiri secara kontekstual. Diharapkannya, Akademi Salam ini mempermudah menjaring interaksi sekaligus akses kepada kehidupan yang ingin diperdalam oleh siswa.
Baca juga: Sabrang: Saat Sekolah Hanya Dipahami Wadah Cari Pekerjaan
Salam saat ini berfokus pada beberapa isu seperti isu pangan, isu teknologi terapan, fashion, urusan sosial budaya, dan terutama mendidik siswa untuk membangun ekonomi secara mandiri atau secara merdeka.
"Nah, diharapkan kelak Akademi Salam ini juga bisa me-follow-up bersama-sama mahasiswanya untuk mewujudkan apa yang telah diperoleh secara bertahap di pembelajaran di Akademi Salam," kata Toto melalui kanal Akademi Salam, dikutipSabtu (28/5/2022).
Salam berdiri pada 1988 di Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara. Dalam perkembangannya, Salam beretamorfosis menjadi komunitas pemuda ANANE29 sampai saat ini.
Pada 20 Juni 2000, Salam dihidupkan lagi oleh Sri Wahyaningsih dan Toto Rahardjo di Kampung Nitiprayan, Kelurahan Ngestiharjo, Bantul, Yogyakarta.
Toto menjelaskan, Akademi Salam didirikan untuk merespons zaman digital. Salam ingin memfasilitasi orang-orang yang hendak belajar secara mandiri secara kontekstual. Diharapkannya, Akademi Salam ini mempermudah menjaring interaksi sekaligus akses kepada kehidupan yang ingin diperdalam oleh siswa.
Baca juga: Sabrang: Saat Sekolah Hanya Dipahami Wadah Cari Pekerjaan
Salam saat ini berfokus pada beberapa isu seperti isu pangan, isu teknologi terapan, fashion, urusan sosial budaya, dan terutama mendidik siswa untuk membangun ekonomi secara mandiri atau secara merdeka.
"Nah, diharapkan kelak Akademi Salam ini juga bisa me-follow-up bersama-sama mahasiswanya untuk mewujudkan apa yang telah diperoleh secara bertahap di pembelajaran di Akademi Salam," kata Toto melalui kanal Akademi Salam, dikutipSabtu (28/5/2022).