PPKM Level 4, MUI Jateng : Saatnya Saling Tolong dan Berbagi
Arif purniawan
Rabu, 28 Juli 2021 - 14:21 WIB
Pelonggaran PPKM membuat pengusaha warung makan bisa sedikit bernafas lega. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng berharap pemerintah, para hartawan dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk melakukan tindakan nyata selama perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 2 Agustus 2021 mendatang.
Salah satunyanya dengan membuat gerakan, agar roda ekonomi terutama masyarakat kecil bisa tetap berputar. “Pemerintah, hartawan, Baznas harus tampil, seperti yang sudah dilakukan teman-teman dengan memborong makanan di warung makan. Mempertahankan hidup dalam situasi seperti tidaklah mudah, kebutuhan dasar manusia harus dipenuhi. Di sisi lain, mereka juga harus menjaga kesehatannya agar tidak terpapar virus Corona,” ujar Wakil Ketua MUI Jateng Prof Dr Ahmad Rofiq, kepada Langit7.id, Selasa (17/7).
Menurut Rofiq, secara normatif, di dalam Alquran sudah disebutkan bahwa wabah akibat virus ini terjadi karena tiga hal. Pertama, karena kesalahan manusia atau human error. Kemudian bencana pandemi Covid-19 ini sudah ada dalam Lahumul Mahfudz. Dan yang ketiga wabah ini karena kehendak Allah SWT. Jadi mau tidak mau, ummat harus percaya.
#(Wakil Ketua MUI Jateng Prof Dr Ahmad Rofiq)#
“Bahkan, di hadist Nabi Muhammad SAW sejak 14 abad lalu yang berbunyi “Jika kalian mendengar wabah-wabah di sebuah negeri, jangan kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di sekitar kalian, janganlah kalian meninggalkan tempat itu (diriwayatkan Bukhari dan Muslim),” ucapnya.
Karena itu, PPKM level keempat yang diterapkan oleh pemerintah pada saat ini adalah sebuah upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Meski demikian, diakui pengajar di UIN Walisongo Semarang ini agak susah memang untuk mengajak masyarakat patuh kepada anjuran pemerintah.
“Masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah, meski sudah lebih dilonggarkan pembatasannya. Nah, tugas pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan PPKM tersebut, “ ujarnya.
Salah satunyanya dengan membuat gerakan, agar roda ekonomi terutama masyarakat kecil bisa tetap berputar. “Pemerintah, hartawan, Baznas harus tampil, seperti yang sudah dilakukan teman-teman dengan memborong makanan di warung makan. Mempertahankan hidup dalam situasi seperti tidaklah mudah, kebutuhan dasar manusia harus dipenuhi. Di sisi lain, mereka juga harus menjaga kesehatannya agar tidak terpapar virus Corona,” ujar Wakil Ketua MUI Jateng Prof Dr Ahmad Rofiq, kepada Langit7.id, Selasa (17/7).
Menurut Rofiq, secara normatif, di dalam Alquran sudah disebutkan bahwa wabah akibat virus ini terjadi karena tiga hal. Pertama, karena kesalahan manusia atau human error. Kemudian bencana pandemi Covid-19 ini sudah ada dalam Lahumul Mahfudz. Dan yang ketiga wabah ini karena kehendak Allah SWT. Jadi mau tidak mau, ummat harus percaya.
#(Wakil Ketua MUI Jateng Prof Dr Ahmad Rofiq)#
“Bahkan, di hadist Nabi Muhammad SAW sejak 14 abad lalu yang berbunyi “Jika kalian mendengar wabah-wabah di sebuah negeri, jangan kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di sekitar kalian, janganlah kalian meninggalkan tempat itu (diriwayatkan Bukhari dan Muslim),” ucapnya.
Karena itu, PPKM level keempat yang diterapkan oleh pemerintah pada saat ini adalah sebuah upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Meski demikian, diakui pengajar di UIN Walisongo Semarang ini agak susah memang untuk mengajak masyarakat patuh kepada anjuran pemerintah.
“Masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah, meski sudah lebih dilonggarkan pembatasannya. Nah, tugas pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan PPKM tersebut, “ ujarnya.