Pesan Toleransi Ahsan/Hendra: Beda Keyakinan tapi Kompak di Lapangan
Muhajirin
Sabtu, 19 Maret 2022 - 18:00 WIB
Ilustrasi (foto: istimewa)
Olahraga itu menyatukan perbedaan. Seperti yang dicontohkan pasangan pebulutangkis ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.
Pasangan ini tak hanya berhasil mengharumkan nama baik Indonesia di berbagai ajang bulu tangkis internasional. Namun, keduanya juga mengajarkan cara menghormati satu sama lain.
Hendra/Ahsan berasal dari suku dan agama berbeda. Pasangan asal Jawa-Palembang ini sudah mengharumkan nama Indonesia di berbagai kancah dunia lewat perbedaan yang mereka miliki.
Hendra merupakan pemain asal Jawa dengan keyakinan nasrani. Sementara Ahsan dari Palembang adalah seorang muslim. Keduanya menjadi potret kerukunan yang telah tercipta di Tanah Air melalui semboyang Bhineka Tunggal Ika.
“Soal keimanan urusan masing-masing, tapi begitu di lapangan kompak luar biasa. Ahsan begitu memperhatikan sunnah yang dia percayai. Menutup aurat, minum wajib duduk dan tidak bersalaman dengan yang bukan muhrimnya,” tulis akun Twitter @dwinucleo, Sabtu (19/3/2022).
Ahsan bukan halangan bagi Hendra. Justru dia sangat menghormati kawan seperjuangannya di lapangan itu. Keduanya tetap kompak bekerjasama memainkan raket.
“Tapi dia dan koh Hendra saling menghormati, kompak mau bekerjasama dan di lapangan bisa lihat sendiri hasilnya. Jadi kalau cuma beda prinsip keimanan, terus kamu gak mau bekerjasama dalam kehidupan, gak mau saling merangkul dan memeluk saat susah dan senang,” tulis akun tersebut.
Pasangan ini tak hanya berhasil mengharumkan nama baik Indonesia di berbagai ajang bulu tangkis internasional. Namun, keduanya juga mengajarkan cara menghormati satu sama lain.
Hendra/Ahsan berasal dari suku dan agama berbeda. Pasangan asal Jawa-Palembang ini sudah mengharumkan nama Indonesia di berbagai kancah dunia lewat perbedaan yang mereka miliki.
Hendra merupakan pemain asal Jawa dengan keyakinan nasrani. Sementara Ahsan dari Palembang adalah seorang muslim. Keduanya menjadi potret kerukunan yang telah tercipta di Tanah Air melalui semboyang Bhineka Tunggal Ika.
“Soal keimanan urusan masing-masing, tapi begitu di lapangan kompak luar biasa. Ahsan begitu memperhatikan sunnah yang dia percayai. Menutup aurat, minum wajib duduk dan tidak bersalaman dengan yang bukan muhrimnya,” tulis akun Twitter @dwinucleo, Sabtu (19/3/2022).
Ahsan bukan halangan bagi Hendra. Justru dia sangat menghormati kawan seperjuangannya di lapangan itu. Keduanya tetap kompak bekerjasama memainkan raket.
“Tapi dia dan koh Hendra saling menghormati, kompak mau bekerjasama dan di lapangan bisa lihat sendiri hasilnya. Jadi kalau cuma beda prinsip keimanan, terus kamu gak mau bekerjasama dalam kehidupan, gak mau saling merangkul dan memeluk saat susah dan senang,” tulis akun tersebut.