LANGIT7.ID, Jakarta - Olahraga itu menyatukan perbedaan. Seperti yang dicontohkan pasangan pebulutangkis ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.
Pasangan ini tak hanya berhasil mengharumkan nama baik Indonesia di berbagai ajang bulu tangkis internasional. Namun, keduanya juga mengajarkan cara menghormati satu sama lain.
Hendra/Ahsan berasal dari suku dan agama berbeda. Pasangan asal Jawa-Palembang ini sudah mengharumkan nama Indonesia di berbagai kancah dunia lewat perbedaan yang mereka miliki.
Hendra merupakan pemain asal Jawa dengan keyakinan nasrani. Sementara Ahsan dari Palembang adalah seorang muslim. Keduanya menjadi potret kerukunan yang telah tercipta di Tanah Air melalui semboyang Bhineka Tunggal Ika.
“Soal keimanan urusan masing-masing, tapi begitu di lapangan kompak luar biasa. Ahsan begitu memperhatikan sunnah yang dia percayai. Menutup aurat, minum wajib duduk dan tidak bersalaman dengan yang bukan muhrimnya,” tulis akun Twitter @dwinucleo, Sabtu (19/3/2022).
![Pesan Toleransi Ahsan/Hendra: Beda Keyakinan tapi Kompak di Lapangan]()
Ahsan bukan halangan bagi Hendra. Justru dia sangat menghormati kawan seperjuangannya di lapangan itu. Keduanya tetap kompak bekerjasama memainkan raket.
“Tapi dia dan koh Hendra saling menghormati, kompak mau bekerjasama dan di lapangan bisa lihat sendiri hasilnya. Jadi kalau cuma beda prinsip keimanan, terus kamu gak mau bekerjasama dalam kehidupan, gak mau saling merangkul dan memeluk saat susah dan senang,” tulis akun tersebut.
Pesan Toleransi dari Anak Ahsan/HendraPesan toleransi rupanya tak hanya dicontohkan oleh pasangan ganda putra berjuluk The Daddies itu. Pada partai final Indonesia Masters 2020 lalu, anak The Daddies mengirimkan pesan toleransi untuk semua masyarakat Indonesia.
Dalam pertandingan itu, kedua putri pebulutangkis Richelle Setiawan dan Maritza Chayra Ahsan duduk berdampingan. Tampak masing-masing khusyuk dalam doa mereka.
Gelaran Indonesia Masters 2020 telah selesai. Di nomor Ganda Putra terjadi All Indonesian Finals, dimana Kevin Sanjaya-Marcus Gideon keluar sebagai juara dengan mengalahkan Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan. Namun, ada cerita lain yang justru tak kalah penting dari hasil di ajang Indonesia Masters 2020 ini.
Richelle melipat tangan erat-erat sambil menutup mata. Dia berdoa sesuai dengan kepercayaannya sebagai Nasrani. Sementara, Maritza mengusap muka setelah menengadahkan tangan, cara berdoa seorang muslim.
![Pesan Toleransi Ahsan/Hendra: Beda Keyakinan tapi Kompak di Lapangan]()
Momen itu berhasil diabadikan oleh PBSI lalu dibagikan melalui postingan Twitter dan diberi judul Bulutangkis mempersatukan kita. Meski ayah kedua ini kalah di final Indonesia Masters 2020, namun momen itu benar-benar mengirimkan pesan Jika Indonesia hingga saat ini punya toleransi yang sangat kuat.
(jqf)