LANGIT7.ID-Jakarta; Masalah konsistensi menjadi pekerjaan rumah utama bagi pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, saat mengawali musim kompetisi 2026. Ujian berat langsung menghadang mereka di babak 32 besar Malaysia Open 2025, di mana mereka harus meladeni pasangan tuan rumah sekaligus unggulan keempat, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Selasa (6/1).
Sebagai satu-satunya wakil Merah Putih yang turun di hari pertama turnamen BWF World Tour Super 1000 ini, Jafar/Felisha dibayangi rekor pertemuan yang kurang menguntungkan. Statistik mencatat enam kekalahan beruntun diderita pasangan Indonesia ini dari Chen/Toh. Terakhir, mereka takluk lewat rubber game di fase grup BWF World Tour Finals (WTF) 2025 Desember lalu.
Kekalahan di turnamen penutup tahun tersebut menjadi bahan evaluasi krusial bagi kubu Indonesia. Meskipun kerap memaksa lawan bermain hingga tiga gim—terjadi pada empat dari enam pertemuan terakhir—Jafar/Felisha sering kehilangan momentum di poin-poin kritis. Hal ini disadari betul sebagai celah yang dimanfaatkan lawan-lawan di jajaran empat besar dunia.
"Itu yang sejak awal tahun sering terjadi setiap kali bertemu pasangan top four. Jadi, bagi saya, konsistensi di momen-momen krusial itu yang harus jadi fokus evaluasi utama," ujar Felisha menyoroti penurunan performa di akhir laga.
Senada dengan rekannya, Jafar menjadikan pengalaman debut di turnamen elit yang hanya diikuti delapan pasangan terbaik tersebut sebagai modal mental. "Semoga ke depannya kami bisa lebih kuat lagi," ungkap Jafar.
Di sisi lain, kubu lawan yang berstatus Juara Dunia 2025 tidak ingin jumawa meski di atas kertas lebih unggul. Chen, yang baru saja merayakan ulang tahun ke-28 sehari sebelum laga, mengakui bahwa wakil Indonesia tersebut selalu memberikan perlawanan sengit dan sulit ditaklukkan dengan mudah.
"Selalu sulit menghadapi mereka. Yang terpenting bagi kami adalah mempersiapkan diri dengan baik, menerapkan pola permainan sendiri, dan memberikan upaya maksimal. Kami akan fokus pada hal-hal yang bisa kami kendalikan, lalu melihat bagaimana performa kami saat hari pertandingan," kata Chen.
Tampil di hadapan publik sendiri di Axiata Arena juga menjadi motivasi tambahan bagi pasangan Malaysia tersebut. Toh Ee Wei menegaskan bahwa persiapan mereka sudah matang untuk memberikan tontonan terbaik tanpa terbebani ekspektasi.
"Karena itu, kami ingin tampil sebaik mungkin untuk mereka, tetapi tetap menikmati permainan dan tidak membebani diri dengan tekanan berlebihan," pungkas Toh.
(lam)