home global news

Mengenali Proses Turunnya Hujan di Indonesia

Senin, 21 Maret 2022 - 14:05 WIB
Ilustrasi hujan lebat. (Foto: Langit7.id/iStock)
Ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, sedang menjadi sorotan. Tak hanya soal para pembalap internasional yang hadir di Tanah Air, munculnya sosok pawang hujan di Sirkuit tersebut turut ramai diperbincangkan.

Pawang hujan bernama Rara Istiati Wulandari beraksi saat gelaran MotoGP Mandalika 2022, Ahad (20/3/2022). Saat itu, Sirkuit Mandalika diguyur hujan sehingga balapan harus ditunda beberapa waktu.

Baca Juga:Aksi Pawang Hujan, Pakai Es Batu dan Kayu Abu dalam Ritual

Seperti diketahui, Indonesia masih dilanda musim penghujan sejak awal 2022. Biasanya hujan terjadi hampir setiap hari, baik pada waktu pagi, siang atau malam. Tentunya, hujan turun dengan intensitas yang berbeda-beda, bisa saja deras atau hanya sekadar gerimis.

Lantas bagaimana proses terjadinya hujan? Melansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Senin (21/3/2022), hujan merupakan bentuk presipitasi atau endapan dari cairan atau zat padat. Hal itu berasal dari kondensasi yang jatuh dari awan menuju permukaan Bumi. Secara umum, tahapan terjadinya hujan terbagi menjadi tiga, yaitu:

1. Evaporasi

Evaporasi adalah proses penguapan air. Panasnya suhu bumi dari matahari akan membuat air sungai, danau, dan laut menguap menjadi butiran atau uap air. Uap air tersebut akan naik ke atmosfer sehingga menggumpal menjadi awan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bmkg motogp sirkuit mandalika hujan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya