home global news

Mengenal Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Lancarkan MotoGP 2022

Senin, 21 Maret 2022 - 15:05 WIB
Race pertama World Superbike di Sirkuit Pertamina Mandalika harus ditunda setelah hujan deras turun menjelang start pada Sabtu (20/11/2021) sore WITA. Foto: Antaranews
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) di Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Hal itu dilakukan untuk mendukung kelancaran ajang MotoGP Mandalika 2022.

Langkah modifikasi cuaca ini merupakan tindakan dari peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di wilayah NTB yang berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin puting beliung. Lalu, apa itu modifikasi cuaca?

Baca Juga:Mengenali Proses Turunnya Hujan di Indonesia

Koordinator Laboratorium Pengelolaan TMC, Budi Harsoyo, mengatakan operasi TMC merupakan jenis layanan untuk tujuan pengurangan curah hujan (rain enhacement). Modifikasi cuaca sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

"Adapun beberapa tujuannya, yakni untuk mitigasi banjir, pengamanan pembangunan infrastuktur nasional dan sejumlah event kenegaraan yang diselenggarakan secara outdoor," ujarnya dalam siaran pers dikutip Langit7, Senin (21/3/2022).

Teknologi modifikasi cuaca dilakukan dengan meniru proses yang terjadi di dalam awan, melalui aktivitas penyemaian awan (cloud seeding).Sementaraawan yang dijadikan objek penyemaian adalah awan Cumulus (Cu) dengan kandungan uap air tinggi.

Baca Juga:Aksi Pawang Hujan, Pakai Es Batu dan Kayu Abu dalam Ritual
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
motogp sirkuit mandalika brin
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya