Ikan Pari Terbesar Ada di Raja Ampat, Dijumpai saat Snorkling
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 25 Maret 2022 - 06:00 WIB
Ikan Pari Manta berada di Raja Ampat. (Foto: Antaranews)
Ikan pari terbesar di dunia berada di perairan Raja Ampat, Papua Barat. Ikan ini memiliki diameter tubuh 4-5 meter dan kerap dijumpai di laut dangkal.
Berwisata ke Bumi Cenderawasih, tentu tak akan lengkap bila belum snorkling melihat keindahan alam bawah lautnya. Saat itulah para pengunjung bisa melihat ikan pari manta.
Lembaga konservasi dunia International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah menempatkan pari manta dalam kelompok rawan terancam punah.
Baca Juga: Wisata di Raja Ampat Harus Perhatikan Kelestarian Lingkungan
Status itu merupakan peringatan bagi pemerintah untuk segera melakukan langkah antisipasi untuk menghindari ancaman kepunahan spesies biota laut langka itu.
Pemandu wisata dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Raja Ampat, Aditya Dwi Saputra (33), memastikan berenang bersama pari manta sebagai aktivitas yang aman dan menyenangkan.
"Pari manta adalah satu-satunya spesies pari yang tidak berbahaya, sebab tidak memiliki racun pada duri di bagian ekornya. Berbeda dengan pari pada umumnya," katanya seperti dilansir Antaranews, Kamis (24/3/2022).
Berwisata ke Bumi Cenderawasih, tentu tak akan lengkap bila belum snorkling melihat keindahan alam bawah lautnya. Saat itulah para pengunjung bisa melihat ikan pari manta.
Lembaga konservasi dunia International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah menempatkan pari manta dalam kelompok rawan terancam punah.
Baca Juga: Wisata di Raja Ampat Harus Perhatikan Kelestarian Lingkungan
Status itu merupakan peringatan bagi pemerintah untuk segera melakukan langkah antisipasi untuk menghindari ancaman kepunahan spesies biota laut langka itu.
Pemandu wisata dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Raja Ampat, Aditya Dwi Saputra (33), memastikan berenang bersama pari manta sebagai aktivitas yang aman dan menyenangkan.
"Pari manta adalah satu-satunya spesies pari yang tidak berbahaya, sebab tidak memiliki racun pada duri di bagian ekornya. Berbeda dengan pari pada umumnya," katanya seperti dilansir Antaranews, Kamis (24/3/2022).