LANGIT7.ID, Waisai -
Ikan pari terbesar di dunia berada di perairan
Raja Ampat, Papua Barat. Ikan ini memiliki diameter tubuh 4-5 meter dan kerap dijumpai di laut dangkal.
Berwisata ke Bumi Cenderawasih, tentu tak akan lengkap bila belum snorkling melihat keindahan alam bawah lautnya. Saat itulah para pengunjung bisa melihat ikan pari manta.
Lembaga konservasi dunia International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah menempatkan pari manta dalam kelompok rawan terancam punah.
Baca Juga: Wisata di Raja Ampat Harus Perhatikan Kelestarian LingkunganStatus itu merupakan peringatan bagi pemerintah untuk segera melakukan langkah antisipasi untuk menghindari ancaman kepunahan spesies biota laut langka itu.
Pemandu wisata dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Raja Ampat, Aditya Dwi Saputra (33), memastikan berenang bersama pari manta sebagai aktivitas yang aman dan menyenangkan.
"Pari manta adalah satu-satunya spesies pari yang tidak berbahaya, sebab tidak memiliki racun pada duri di bagian ekornya. Berbeda dengan pari pada umumnya," katanya seperti dilansir
Antaranews, Kamis (24/3/2022).
Jika ingin bersnorkling bersama pari manta, pelancong dibatasi maksimal 5-8 orang. Selain itu, interaksi di dalam air dibatasi pada kedalaman air 3-4 meter serta larangan untuk menggunakan lampu kamera saat berswafoto.
Seluruh ketentuan itu untuk menghindari risiko penularan bakteri dari kulit pari manta yang diselimuti lendir. Selain itu, interaksi yang terlalu dekat berpotensi mengusik ketenangan pari manta yang dapat membuat mereka enggan kembali ke Raja Ampat.
Jika dalam kondisi cuaca yang bagus, pari manta berkoloni dalam kelompok terdiri dari 15 hingga 30 individu dalam satu wilayah perairan.
"Pada bulan tertentu di Raja Ampat, cuaca yang bagus bagi pari manta adalah suhu yang hangat dan air berarus," katanya.
(bal)