home global news

Masyarakat Spanyol Semakin Simpatik kepada Islam

Jum'at, 25 Maret 2022 - 14:57 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Duta Besar RI Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib, mengatakan, saat ini di Spanyol muncul semangat baru di kalangan masyarakat untuk memelihara warisan peradaban Islam di Andalus.

Najib menjelaskan, semangat baru itu tumbuh dari rentetan sejarah yang panjang. Spanyol berada di bawah kekuasaan Islam sekitar 800 tahun (711 M-1492 M). Akhir abad ke-14, muncul semangat semangat reconquista (penaklukan kembali) di kalangan penduduk asli Spanyol.

“Mereka ingin mengambil alih (Spanyol) dari orang Arab atau umat Islam untuk membangun negerinya sendiri dengan cita rasanya sendiri, dengan budayanya sendiri, dan seterusnya. Tentu faktor agama ikut mempengaruhi, karena waktu itu dalam nuansa perang salib, dan Spanyol ujung tombak dari vatikan yang sangat loyal dan strategis,” kata Najib kepada LANGIT7.ID, Kamis malam (24/3/2022).

Baca juga: Dubes RI untuk Spanyol: Islam itu Agama Paling Modern dan Maju

Hingga pada 1942, setelah mereka berhasil mengusir umat Islam, muncul proses baru bernama inkuisisi. Inkuisisi ini adalah semangat untuk mengusir bekas-bekas yang ditinggalkan oleh orang islam, mulai dari agama, bangunan masjid, dan budaya seperti pakaian.

Bersamaan dengan masa inkuisisi itu muncul pemberontakan dari kelompok umat Islam yang masih bertahan di Spanyol. Umat Islam merasa didiskriminasi dan sebelumnya bertindak sebagai penguasa. Ada juga Pengaruh luar negeri, yakni dari Turki Utsmani yang membantu kelompok tersebut.

“Karena ada catatan peperangan spanyol dengan turki di laut Mediterania. Itu saling mengalahkan secara bergantian,” kata Najib.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya