LANGIT7.ID, Jakarta - Duta Besar RI Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib, mengatakan, saat ini di Spanyol muncul semangat baru di kalangan masyarakat untuk memelihara warisan peradaban Islam di Andalus.
Najib menjelaskan, semangat baru itu tumbuh dari rentetan sejarah yang panjang. Spanyol berada di bawah kekuasaan Islam sekitar 800 tahun (711 M-1492 M). Akhir abad ke-14, muncul semangat semangat
reconquista (penaklukan kembali) di kalangan penduduk asli Spanyol.
“Mereka ingin mengambil alih (Spanyol) dari orang Arab atau umat Islam untuk membangun negerinya sendiri dengan cita rasanya sendiri, dengan budayanya sendiri, dan seterusnya. Tentu faktor agama ikut mempengaruhi, karena waktu itu dalam nuansa perang salib, dan Spanyol ujung tombak dari vatikan yang sangat loyal dan strategis,” kata Najib kepada
LANGIT7.ID, Kamis malam (24/3/2022).
Baca juga: Dubes RI untuk Spanyol: Islam itu Agama Paling Modern dan MajuHingga pada 1942, setelah mereka berhasil mengusir umat Islam, muncul proses baru bernama inkuisisi. Inkuisisi ini adalah semangat untuk mengusir bekas-bekas yang ditinggalkan oleh orang islam, mulai dari agama, bangunan masjid, dan budaya seperti pakaian.
Bersamaan dengan masa inkuisisi itu muncul pemberontakan dari kelompok umat Islam yang masih bertahan di Spanyol. Umat Islam merasa didiskriminasi dan sebelumnya bertindak sebagai penguasa. Ada juga Pengaruh luar negeri, yakni dari Turki Utsmani yang membantu kelompok tersebut.
“Karena ada catatan peperangan spanyol dengan turki di laut Mediterania. Itu saling mengalahkan secara bergantian,” kata Najib.
Namun, saat ini berbeda. Ada semangat baru yang muncul. Meski berbagai cara telah dilakukan untuk menghapus jejak-jejak peradaban Islam di Spanyol, hal itu tetap sulit hilang. Legasi yang ditinggalkan dalam berbagai bentuk sagat sulit hilang dari tengah masyarakat Spanyol.
Baca juga: Sejarah Kebangkitan Islam di Spanyol Jadi Inspirasi Kemajuan Barat“Sekarang muncul semangat baru justru untuk memelihara dan mengambil kembali itu sebagai warisan leluhur mereka, sebagai kekayaan dan keragaman yang mereka miliki, revitalisasi. Paling tidak sebagai tujuan wisata, itu sudah berhasil, dan itu mendatangkan devisa yang luar bisa,” ucap Najib.
Hal itu menyebabkan banyak orang Spanyol justru merasa bangga terhadap warisan umat Islam. Pada saat bersamaan, ada pula kelompok yang menyesali rangkaian peristiwa sejarah yang terjadi pada masa lalu.
“Saya kira ini positif. Dalam bahasa diplomasi, dulu bahasa politik itu win-lose, sekarang fenomenanya win-win. Katakanlah dalam peradaban politik, yang menang jadi penguasa, yang kalah jadi oposisi,” ucap Najib.
Masjid dan Musholla di Spanyol Kian Mudah DitemukanSalah satu bentuk penerimaan Islam di Spanyol adalah kian mudahnya musholla dan masjid ditemukan di berbagai tempat di Spanyol.
"Hari ini tidak sesusah dulu menemukan mushola dan masjid, tempat shalat sudah banyak," kata Najib.
Menurutnya, penerimaan Islam di Spanyol kian tinggi dari tahun ke tahun. Penerimaan itu dimulai dari tahun 1970an. Menemukan momentumnya pada tahun 1980an dan semakin diterima pada tahun 1990an.
(jqf)