Wahdah-STIBA Makassar Buka Program Kaderisasi Ulama Setingkat S2
Ahmad zuhdi
Kamis, 29 Juli 2021 - 03:07 WIB
Masjid STIBA Makassar. (foto: facebook/ PMB STIBA Makassar)
Wahdah Islamiyah dan STIBA Makassar akan membuka program kaderisasi ulama setingkat Strata 2 (S2). Langkanya ulama mendasari Ketua Umum Wahdah Islamiyah ustaz Muhammad Zaitun Rasmin, menginisiasi Program Kaderisasi Ulama (PKU).
Nantinya, kata ustaz Zaitun, PKU ini akan berada di bawah koordinasi STIBA Makassar. Alasannya karena STIBA telah pernah memiliki program pendidikan PKU, kendati saat ini sudah tidak berjalan.
"Ulama yang ingin dilahirkan dari PKU adalah ulama dalam makna sebenarnya, yaitu yang bisa memadukan kekuatan hafalan dan pemahaman. Persyaratan untuk menjadi peserta didik dalam program ini juga cukup berat. Di samping harus lulusan S1 dan mahir berbahasa Arab, baik lisan maupun tulisan, calon peserta didik juga harus hafiz Al-Qur’an 30 juz," ujar ustaz Zaitun, Rabu (28/7).
Sementara, ustaz Muhammad Yusran Anshar menyampaikan tenaga pengajar PKU diupayakan sedapat mungkin adalah masyaikh dari Timur Tengah. Kalaupun ada dari asatidzah Wahdah, maka dari asatidzah senior.
“Ini untuk tenaga pengajar. Adapun tentang masalah fasilitas, Ustaz Zaitun menyatakan kesanggupannya untuk menggratiskan semua biaya. Bahkan kalau ada yang telah berkeluarga kita akan berikan mukafaah (uang jajan),” ujar ustaz Yusran.
Mahasiswa PKU nantinya akan disiapkan beasiswa S2, sehingga diharapkan setelah menyelesaikan pendidikan di PKU, peserta didik tersebut juga telah mengantongi ijazah S2 dari perguruan tinggi lain. Untuk angkatan pertama, peserta didik yang akan diterima di PKU ini hanya 10 orang ikhwan saja.
Ketua STIBA Makassar Ustaz Ahmad Hanafi, mengatakan bahwa PKU merupakan salah satu program yang sudah pernah dilaksanakan di STIBA Makassar, meskipun dengan segala keterbatasan. Oleh karena itu ke depan insyaallah program ini akan mendapat perhatian penuh.
Nantinya, kata ustaz Zaitun, PKU ini akan berada di bawah koordinasi STIBA Makassar. Alasannya karena STIBA telah pernah memiliki program pendidikan PKU, kendati saat ini sudah tidak berjalan.
"Ulama yang ingin dilahirkan dari PKU adalah ulama dalam makna sebenarnya, yaitu yang bisa memadukan kekuatan hafalan dan pemahaman. Persyaratan untuk menjadi peserta didik dalam program ini juga cukup berat. Di samping harus lulusan S1 dan mahir berbahasa Arab, baik lisan maupun tulisan, calon peserta didik juga harus hafiz Al-Qur’an 30 juz," ujar ustaz Zaitun, Rabu (28/7).
Sementara, ustaz Muhammad Yusran Anshar menyampaikan tenaga pengajar PKU diupayakan sedapat mungkin adalah masyaikh dari Timur Tengah. Kalaupun ada dari asatidzah Wahdah, maka dari asatidzah senior.
“Ini untuk tenaga pengajar. Adapun tentang masalah fasilitas, Ustaz Zaitun menyatakan kesanggupannya untuk menggratiskan semua biaya. Bahkan kalau ada yang telah berkeluarga kita akan berikan mukafaah (uang jajan),” ujar ustaz Yusran.
Mahasiswa PKU nantinya akan disiapkan beasiswa S2, sehingga diharapkan setelah menyelesaikan pendidikan di PKU, peserta didik tersebut juga telah mengantongi ijazah S2 dari perguruan tinggi lain. Untuk angkatan pertama, peserta didik yang akan diterima di PKU ini hanya 10 orang ikhwan saja.
Ketua STIBA Makassar Ustaz Ahmad Hanafi, mengatakan bahwa PKU merupakan salah satu program yang sudah pernah dilaksanakan di STIBA Makassar, meskipun dengan segala keterbatasan. Oleh karena itu ke depan insyaallah program ini akan mendapat perhatian penuh.