Pahami Pengertian Fidiah, Ini Kadar, Alokasi, dan Waktu Bayarnya
Mahmuda attar hussein
Senin, 28 Maret 2022 - 09:10 WIB
Ilustrasi membayar fidiah bagi orang yang tak wajib puasa. (Foto: iStock).
Membayar utang puasa dengan fidiah (denda) diperbolehkan dalam Islam. Namun, hanya dikhususkan bagi orang dengan kategori halangan tertentu.
Selain itu, juga terdapat berbagai aturan dalam besaran, alokasi, dan waktu yang tepat untuk membayar utang puasa dengan fidiah. Berikut penjelasannya:
Baca Juga: Qada atau Fidiah? Ini Cara Bayar Utang Puasa Khusus Ibu Hamil
1. Kadar
Ustadz Mubasysyarum Bih menjelaskan, kadar fidiah yang ditunaikan adalah satu mud makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
"Makanan pokok bagi mayoritas masyarakat Indonesia adalah beras. Ukuran mud bila dikonversikan ke dalam hitungan gram adalah 675 gram atau 6,75 ons," ujar dia, dikutip Senin (28/3/2022).
2. Alokasi fidiah
Selain itu, juga terdapat berbagai aturan dalam besaran, alokasi, dan waktu yang tepat untuk membayar utang puasa dengan fidiah. Berikut penjelasannya:
Baca Juga: Qada atau Fidiah? Ini Cara Bayar Utang Puasa Khusus Ibu Hamil
1. Kadar
Ustadz Mubasysyarum Bih menjelaskan, kadar fidiah yang ditunaikan adalah satu mud makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
"Makanan pokok bagi mayoritas masyarakat Indonesia adalah beras. Ukuran mud bila dikonversikan ke dalam hitungan gram adalah 675 gram atau 6,75 ons," ujar dia, dikutip Senin (28/3/2022).
2. Alokasi fidiah