Kiat Jitu Didik Anak Saat Pandemi, Konseling hingga Bijak Ber-gadget
Muhajirin
Kamis, 29 Juli 2021 - 07:07 WIB
Ilustrasi belajar di rumah saat pandemi. Foto: Langit7.id/Istock
Sekolah diminta lebih menguatkan relasi dan komunikasi dengan orang tua pada masa pandemi. Ini mengingat, anak saat ini masih belajar dari rumah, demikian disampaikan Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati.
Selain itu, sekolah juga harus menguatkan konseling berbasis online dengan komunikasi intensif antara wali kelas, guru Bimbingan Konseling dan para murid.
Tak hanya itu, guru dan sekolah mesti memberikan dukungan psikologis sesuai kekhasan usia remaja. Ini agar kesehatan mental murid-murid tetap terjaga.
Sementara, sekretaris Majelis Dikdasmen DKI Jakarta, Ghufron Amirullah, mengatakan pendidikan anak pada masa pandemi perlu mendapat perhatian khusus.
Ada risiko karena anak-anak terhubung dengan gadget hampir setiap saat. Sekolah, menurut Ghufron, harus mengedukasi literasi digital baik kepada orang tua dan anak, namun secara terpisah. Ini untuk menghindarkan anak dari kekerasan berbasis online.
Potensi lain yang perlu diwaspadai adalah kecanduan anak pada gadget. Untuk mencegah ini terjadi, orang tua harus memiliki aturan dan perjanjian penggunaan gadget dengan anak.
“Mendidik anak menjadi cerdas itu bagus tetapi harus dilandaskan pada akidah dan akhlak yang Islami,” kata Ghufron, dikutip dari laman Muhammadiyah, Kamis (29/7/2021).
Selain itu, sekolah juga harus menguatkan konseling berbasis online dengan komunikasi intensif antara wali kelas, guru Bimbingan Konseling dan para murid.
Tak hanya itu, guru dan sekolah mesti memberikan dukungan psikologis sesuai kekhasan usia remaja. Ini agar kesehatan mental murid-murid tetap terjaga.
Sementara, sekretaris Majelis Dikdasmen DKI Jakarta, Ghufron Amirullah, mengatakan pendidikan anak pada masa pandemi perlu mendapat perhatian khusus.
Ada risiko karena anak-anak terhubung dengan gadget hampir setiap saat. Sekolah, menurut Ghufron, harus mengedukasi literasi digital baik kepada orang tua dan anak, namun secara terpisah. Ini untuk menghindarkan anak dari kekerasan berbasis online.
Potensi lain yang perlu diwaspadai adalah kecanduan anak pada gadget. Untuk mencegah ini terjadi, orang tua harus memiliki aturan dan perjanjian penggunaan gadget dengan anak.
“Mendidik anak menjadi cerdas itu bagus tetapi harus dilandaskan pada akidah dan akhlak yang Islami,” kata Ghufron, dikutip dari laman Muhammadiyah, Kamis (29/7/2021).