Kembangkan Perdagangan Karbon di RI, PLN Berguru dari Tiga Negara Eropa
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 29 Maret 2022 - 23:55 WIB
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Mayerfas. (Foto: Humas PLN)
PT PLN (Persero) bersama dua anak usahanya, PT Indonesia Power dan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), terus memaksimalkan perannya dalam perdagangan karbon sebagai salah satu upaya menurunkan emisi. Tiga perwakilan perusahaan listrik ini mengikuti program capacity building di tiga negara Eropa, yaitu Belanda, Jerman dan Belgia.
Program peningkatan kapasitas bertajuk "Implementing Emission Trading System: Lessons from Europe" merupakan kerja sama antara PLN dengan Energy Academy Indonesia (ECADIN) sebagai knowledge partner. Pada hari pertama, program ini diadakan di Kedutaan Besar Indonesia untuk Belanda.
Baca Juga:Operasikan Sistem Interkoneksi 150 kV Sumatera-Bangka, PLN Kurangi Pembangkit Berbahan Bakar Minyak
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Mayerfas sangat mendukung langkah PLN dalam mengembangkan perdagangan karbon di Indonesia. Selain meningkatkan hubungan bilateral, kerja sama PLN dengan Belanda juga mampu meningkatkan kompetensi antara kedua belah pihak.
"Saya percaya bahwa kehadiran kita mencerminkan komitmen bersama untuk berkolaborasi dan belajar dari satu sama lain, terutama untuk memitigasi perubahan iklim sebagai tantangan global," ujar Mayerfas dalam keterangan resminya, Selasa (29/3/2022).
Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia PLN, Yusuf Didi Setiarto mengatakan PLN dan anak perusahaannya punya peran penting dalam pengurangan emisi di Indonesia dan perdagangan karbon. "Peningkatan kapasitas akan membantu kami mempercepat dan mengefektifkan perdagangan karbon," kata Didi.
Baca Juga:PLN Raih 5 Penghargaan di Ajang BCOMSS Award
Program peningkatan kapasitas bertajuk "Implementing Emission Trading System: Lessons from Europe" merupakan kerja sama antara PLN dengan Energy Academy Indonesia (ECADIN) sebagai knowledge partner. Pada hari pertama, program ini diadakan di Kedutaan Besar Indonesia untuk Belanda.
Baca Juga:Operasikan Sistem Interkoneksi 150 kV Sumatera-Bangka, PLN Kurangi Pembangkit Berbahan Bakar Minyak
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Mayerfas sangat mendukung langkah PLN dalam mengembangkan perdagangan karbon di Indonesia. Selain meningkatkan hubungan bilateral, kerja sama PLN dengan Belanda juga mampu meningkatkan kompetensi antara kedua belah pihak.
"Saya percaya bahwa kehadiran kita mencerminkan komitmen bersama untuk berkolaborasi dan belajar dari satu sama lain, terutama untuk memitigasi perubahan iklim sebagai tantangan global," ujar Mayerfas dalam keterangan resminya, Selasa (29/3/2022).
Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia PLN, Yusuf Didi Setiarto mengatakan PLN dan anak perusahaannya punya peran penting dalam pengurangan emisi di Indonesia dan perdagangan karbon. "Peningkatan kapasitas akan membantu kami mempercepat dan mengefektifkan perdagangan karbon," kata Didi.
Baca Juga:PLN Raih 5 Penghargaan di Ajang BCOMSS Award