Kisah Carlos, Pesepakbola Argentina Mondok di Pesantren Kalimantan
Muhajirin
Kamis, 31 Maret 2022 - 16:00 WIB
Carlos Raul Sciucatti, kanan (foto: Bola.com)
Nama Carlos Raul Sciucatti terdengar asing di telinga masyarakat. Namun, pesepakbola asal Argentina itu sempat menjadi perbincangan usai menjadi mualaf dan memilih belajar Islam di salah satu pesantren di Kalimantan Timur.
Carlos atau biasa disapa Charly lahir di Buenos, Argentina pada 7 Januari 1986. Dia sempat membela sejumlah klub Argentina seperti Independiente (2005-2007) dan Academica (2007).
Namun, sejak 2008 hingga memutuskan pensiun pada 2015, Carlos membela sejumlah klub Indonesia. Dia pernah berseragam Persijap Jepara pada 2008, Persela Lamongan (2009), Persidafon Dafonsoro (2009-2010) Pro Duta (2010-2011), PSLS Lhokseumawe (2011-2013), Persija Jepara (2014), dan Mitra Kukar (2015).
Baca juga: 7 Pesepakbola Muslim Terbaik di Dunia, Ada dari Jerman Hingga Senegal
Saat membela Persijap Jepara untuk kedua kalinya, Carlos dekat dengan seorang perempuan bernama Esti Puji Lestari. Esti merupakan CEO atau General Manajer Persijap Jepara saat itu.
Benih cinta pun tumbuh di antara keduanya dan mereka memutuskan bakal menikah. Namun, sebelum mempersunting Esti, Carlos lebih dulu memperdalam agama Islam alias berkeinginan menjadi mualaf.
Dia memperdalam ilmu agama Islam di Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Arya Kemuning, Kutai Barat, Kalimantan Timur saat membela Mitra Kukar. Dia mengucapkan dua kalimat syahadat pada 2015 silam. Di pondok ini, dia memperdalam ajaran Islam untuk memperkuat keimanan.
Carlos atau biasa disapa Charly lahir di Buenos, Argentina pada 7 Januari 1986. Dia sempat membela sejumlah klub Argentina seperti Independiente (2005-2007) dan Academica (2007).
Namun, sejak 2008 hingga memutuskan pensiun pada 2015, Carlos membela sejumlah klub Indonesia. Dia pernah berseragam Persijap Jepara pada 2008, Persela Lamongan (2009), Persidafon Dafonsoro (2009-2010) Pro Duta (2010-2011), PSLS Lhokseumawe (2011-2013), Persija Jepara (2014), dan Mitra Kukar (2015).
Baca juga: 7 Pesepakbola Muslim Terbaik di Dunia, Ada dari Jerman Hingga Senegal
Saat membela Persijap Jepara untuk kedua kalinya, Carlos dekat dengan seorang perempuan bernama Esti Puji Lestari. Esti merupakan CEO atau General Manajer Persijap Jepara saat itu.
Benih cinta pun tumbuh di antara keduanya dan mereka memutuskan bakal menikah. Namun, sebelum mempersunting Esti, Carlos lebih dulu memperdalam agama Islam alias berkeinginan menjadi mualaf.
Dia memperdalam ilmu agama Islam di Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Arya Kemuning, Kutai Barat, Kalimantan Timur saat membela Mitra Kukar. Dia mengucapkan dua kalimat syahadat pada 2015 silam. Di pondok ini, dia memperdalam ajaran Islam untuk memperkuat keimanan.