LANGIT7.ID, Jakarta - Nama Carlos Raul Sciucatti terdengar asing di telinga masyarakat. Namun, pesepakbola asal Argentina itu sempat menjadi perbincangan usai menjadi mualaf dan memilih belajar Islam di salah satu pesantren di Kalimantan Timur.
Carlos atau biasa disapa Charly lahir di Buenos, Argentina pada 7 Januari 1986. Dia sempat membela sejumlah klub Argentina seperti Independiente (2005-2007) dan Academica (2007).
Namun, sejak 2008 hingga memutuskan pensiun pada 2015, Carlos membela sejumlah klub Indonesia. Dia pernah berseragam Persijap Jepara pada 2008, Persela Lamongan (2009), Persidafon Dafonsoro (2009-2010) Pro Duta (2010-2011), PSLS Lhokseumawe (2011-2013), Persija Jepara (2014), dan Mitra Kukar (2015).
Baca juga: 7 Pesepakbola Muslim Terbaik di Dunia, Ada dari Jerman Hingga SenegalSaat membela Persijap Jepara untuk kedua kalinya, Carlos dekat dengan seorang perempuan bernama Esti Puji Lestari. Esti merupakan CEO atau General Manajer Persijap Jepara saat itu.
Benih cinta pun tumbuh di antara keduanya dan mereka memutuskan bakal menikah. Namun, sebelum mempersunting Esti, Carlos lebih dulu memperdalam agama Islam alias berkeinginan menjadi mualaf.
Dia memperdalam ilmu agama Islam di Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Arya Kemuning, Kutai Barat, Kalimantan Timur saat membela Mitra Kukar. Dia mengucapkan dua kalimat syahadat pada 2015 silam. Di pondok ini, dia memperdalam ajaran Islam untuk memperkuat keimanan.
Keputusan menjadi mualaf itu tidak dadakan. Carlos sudah mempelajari agama Islam selama satu tahun. Hingga pada saat hidayah merasuk ke dalam hati, dia mengucapkan kalimat syahadat dan mengganti nama menjadi Muhammad Carlos Raul.
"Carlos merasa hatinya terpanggil untuk mempelajari Islam. Kini namanya menjadi Muhammad Carlos Raul. Kini dia ingin belajar membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar," tulis pernyataan Ponpes Assalam Arya Kemuning melalui laman resmi mereka, dikutip Kamis (31/3/2022).
Setelah memeluk Islam, Carlos memilih untuk mondok di pesantren tersebut. Dia ingin mengenal Islam lebih dalam lagi. Maka itu, dia memilih tempat yang jauh dari hiruk pikuk ibu kota.
Baca juga: Sadio Mane, Si Anak Masjid yang DermawanPimpinan Ponpes Assalam Arya Kemuning, KH Arief Heri Setyawan, mengatakan, Carlos juga ingin langsung bisa mempelajari Al-Qur'an. Dia sangat mengagumi tekad dan niat Carlos mengenal Islam lebih dalam lagi.
"Carlos merasa terpanggil untuk mempelajari Islam. Ia merasa bahwa Ponpes Assalam adalah tempat yang cocok untuknya mempelajari membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar," kata KH Arief.
(jqf)