Sampah Meningkat Saat Ramadhan, Bagaimana Solusinya?
Muhajirin
Kamis, 31 Maret 2022 - 16:41 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Islam adalah agama yang mencintai kebersihan, namun sayang terjadi fenomena peningkatan volume sampah tiap kali memasuki bulan Ramadhan. Masalah itu selalu berulang setiap tahunnya. Pada Ramadhan 2021 atau Ramadhan 1442 H lalu, Dinas Lingkungan Hidup mencatat volume sampah di DKI Jakarta meningkat 20 persen dibandingkan hari biasa.
Penulis buku Menuju Rumah Minim Sampah dan Bye-bye Sekali Pakai, Dian K. Wardhani, mengatakan, Islam sebenarnya sudah memberikan panduan jelas kepada umat manusia terkait masalah ini. Ada banyak ayat Al-Qur’an maupun hadits yang berisi perintah menjaga kebersihan. Bahkan, dalam buku-buku fikih selalu diawali dengan bab thaharah (kebersihan).
Nilai-nilai tersebut yang selalu dibawa Zero Waste di tengah masyarakat. Dian ingin masyarakat menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Misi itu sejalan dengan filosofi gerakan Zero Waste.
“Zero Waste itu adalah suatu pemahaman atau filosofi atau gaya hidup nol sampah, tidak menghasilkan sisa konsumsi atau berusaha meminimalkan pembuangan sampah ke TPA,” kata wanita yang akrab disapa Dini itu kepada LANGIT7.ID, Kamis (31/3/2022).
Bergaya hidup nol sampah memang bukan pekerjaan mudah. Terlebih, masalah sampah seolah terus terjadi tiap kali Ramadhan tiba. Sebut saja pemakaian kresek yang meningkat, takjil dalam kemasan sekali pakai meningkat, adanya sisa konsumsi pondok Ramadhan, hingga adanya sisa sampah shalat Idul Fitri.
Baca juga: Mengapa Perlu Gaya Hidup Zero Waste? Rawat Bumi Sekaligus Islami
Padahal, hakikatnya Ramadhan merupakan bulan mulia sebagai wadah berlomba-lomba dalam kebaikan. Selain target ibadah, target berminim sampah bisa menjadi salah satu hal baik yang bisa dimulai saat ini. Gerakan Zero Waste bisa dimulai dari rumah masing-masing.
Penulis buku Menuju Rumah Minim Sampah dan Bye-bye Sekali Pakai, Dian K. Wardhani, mengatakan, Islam sebenarnya sudah memberikan panduan jelas kepada umat manusia terkait masalah ini. Ada banyak ayat Al-Qur’an maupun hadits yang berisi perintah menjaga kebersihan. Bahkan, dalam buku-buku fikih selalu diawali dengan bab thaharah (kebersihan).
Nilai-nilai tersebut yang selalu dibawa Zero Waste di tengah masyarakat. Dian ingin masyarakat menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Misi itu sejalan dengan filosofi gerakan Zero Waste.
“Zero Waste itu adalah suatu pemahaman atau filosofi atau gaya hidup nol sampah, tidak menghasilkan sisa konsumsi atau berusaha meminimalkan pembuangan sampah ke TPA,” kata wanita yang akrab disapa Dini itu kepada LANGIT7.ID, Kamis (31/3/2022).
Bergaya hidup nol sampah memang bukan pekerjaan mudah. Terlebih, masalah sampah seolah terus terjadi tiap kali Ramadhan tiba. Sebut saja pemakaian kresek yang meningkat, takjil dalam kemasan sekali pakai meningkat, adanya sisa konsumsi pondok Ramadhan, hingga adanya sisa sampah shalat Idul Fitri.
Baca juga: Mengapa Perlu Gaya Hidup Zero Waste? Rawat Bumi Sekaligus Islami
Padahal, hakikatnya Ramadhan merupakan bulan mulia sebagai wadah berlomba-lomba dalam kebaikan. Selain target ibadah, target berminim sampah bisa menjadi salah satu hal baik yang bisa dimulai saat ini. Gerakan Zero Waste bisa dimulai dari rumah masing-masing.