Peran Teknologi Bangkitkan Model Bisnis Pembiayaan Digital
Mahmuda attar hussein
Kamis, 31 Maret 2022 - 17:05 WIB
Ilustrasi pembiayaan digital. (Foto: Istimewa).
Teknologi digital menjadi pembeda bagi perkembangan bisnis di Tanah Air, terutama keuangan syariah. Ada masa depan cerah bagi fintech dan ekosistem halal.
Co Founder & COO Alami Group, Harza Sandityo mengatakan, sektor UMKM memiliki prospek yang baik dengan adanya teknologi dan pembiayaan digitan ini.
"Alami turut mendukung perkembangan ekonomi syariah di Tanah Air. Dengan berupaya merevolusi industri keuangan syariah melalui teknologi," katanya dikutip, Kamis (31/3/2022).
Baca Juga: Optimsitis Tren Pembiayaan Fintech Tetap Positif Tahun Ini
Disebutkan, peluang pertumbuhan keuangan halal akan terus dalam jalur positif. Di mana pertumbuhan keuangan halal pada 2019 senilai USD2,89 triliun menjadi USD3,27 triliun pada 2024.
Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, menjadikan Indonesia memiliki potensi pasar yang luas. Apalagi, potensi pembiayaan mencapai sebesar USD165 miliar.
"Jadi ada permintaan dari UMKM terkait pembiayaan, tapi yang tersedia baru sekitar USD57 miliar. Sehingga terjadi financing gap yang cukup besar di sini," katanya.
Co Founder & COO Alami Group, Harza Sandityo mengatakan, sektor UMKM memiliki prospek yang baik dengan adanya teknologi dan pembiayaan digitan ini.
"Alami turut mendukung perkembangan ekonomi syariah di Tanah Air. Dengan berupaya merevolusi industri keuangan syariah melalui teknologi," katanya dikutip, Kamis (31/3/2022).
Baca Juga: Optimsitis Tren Pembiayaan Fintech Tetap Positif Tahun Ini
Disebutkan, peluang pertumbuhan keuangan halal akan terus dalam jalur positif. Di mana pertumbuhan keuangan halal pada 2019 senilai USD2,89 triliun menjadi USD3,27 triliun pada 2024.
Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, menjadikan Indonesia memiliki potensi pasar yang luas. Apalagi, potensi pembiayaan mencapai sebesar USD165 miliar.
"Jadi ada permintaan dari UMKM terkait pembiayaan, tapi yang tersedia baru sekitar USD57 miliar. Sehingga terjadi financing gap yang cukup besar di sini," katanya.