LANGIT7.ID, Jakarta -
Teknologi digital menjadi pembeda bagi perkembangan bisnis di Tanah Air, terutama keuangan syariah. Ada masa depan cerah bagi fintech dan ekosistem halal.
Co Founder & COO Alami Group, Harza Sandityo mengatakan, sektor UMKM memiliki prospek yang baik dengan adanya teknologi dan pembiayaan digitan ini.
"Alami turut mendukung perkembangan ekonomi syariah di Tanah Air. Dengan berupaya merevolusi industri keuangan syariah melalui teknologi," katanya dikutip, Kamis (31/3/2022).
Baca Juga: Optimsitis Tren Pembiayaan Fintech Tetap Positif Tahun IniDisebutkan, peluang pertumbuhan keuangan halal akan terus dalam jalur positif. Di mana pertumbuhan keuangan halal pada 2019 senilai USD2,89 triliun menjadi USD3,27 triliun pada 2024.
Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, menjadikan Indonesia memiliki potensi pasar yang luas. Apalagi, potensi pembiayaan mencapai sebesar USD165 miliar.
"Jadi ada permintaan dari UMKM terkait pembiayaan, tapi yang tersedia baru sekitar USD57 miliar. Sehingga terjadi financing gap yang cukup besar di sini," katanya.
Menurutnya, hal itu menunjukkan peluang yang cukup besar bagi industri keuangan syariah untuk mengatasi masalah financing gap.
"Itu juga yang menjadikan alasan bagi kami untuk hadir, khususnya untuk menghadirkan solusi bagi keuangan syariah di Tanah Air," katanya.
Selain itu, 30 persen pembiayaan formal juga diharapkan dapat disediakan pada 2024 mendatang. Bahkan, hal tersebut juga turut menghadirkan model pembiayaan baru selain fintech, yakni bank digital.
Proyeksi nilai transaksi bank digital di Indonesia pada tahun lalu mencapai Rp38,13 triliun. Artinya, keuangan syariah masih memiliki ruang untuk bertumbuh.
"Apalagi pasar, kebutuhan, permintaan tersedia cukup luas. Namun, belum banyak produk keuangan syariah secara digital. Alami Group hadir untuk mengisi kekosongan ini," katanya.
(bal)