Pelaku Usaha Harus Paham Karakteristik Konsumen 4.0
Mahmuda attar hussein
Kamis, 29 Juli 2021 - 14:46 WIB
Ilustrasi. Pentingnya pelaku usaha mengenal konsumen yang kini berbasis digital. Foto: Langit7/antara
Pelaku usaha perlu memahami perubahan pasar yang mempengaruhi karakteristik konsumen. Meminjam istilah dari industri, konsumen 4.0 yang dimaksud adalah konsumen yang saat ini segala kebutuhannya bergantung pada digitalisasi.
Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB, Prof. Ujang Sumarwan mengatakan, seiring perkembangan zaman, para pelaku industri dan usaha juga mengalami perubahan. Di mana saat ini proses transaksi jual-beli dimudahkan dari segi efisiensi dan efektivitas yang ada.
“Konsumen 4.0 adalah digital. Hal ini mempengaruhi perilaku konsumen, karena mereka terkoneksi dengan semua yang dibutuhkan melalui digitalisasi,” katanya pada Webinar Transformasi Digitalisasi Bisnis bagi Startup dan Pelaku UMKM di Indonesia.
Ujang menjelaskan, konsumen saat ini sangat bergantung pada penggunaan aplikasi pasar atau marketplace yang ada. Kemudahan yang diberikan dari tranformasi digital ini yang akhirnya memberikan ketentuan akhir dalam keputusan yang akan diambil konsumen.
Sehingga, pelaku usaha perlu mengetahui dan memiliki pemahaman lebih lanjut untuk menjangkau lebih banyak konsumen 4.0. Terlebih, keberagaman minat dan kebutuhan konsumen juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.
“Sekarang ini pemasaran bisa dilakukan lebih mudah dan menjangkau lebih banyak tempat dengan menaruhnya di marketplace. Jadi tidak bergantung pada jadwal pasar tradisional yang memiliki waktu tertentu untuk jam buka-tutup,” kata pakar perilaku konsumen dan marketing ini.
Ciri perilaku konsumen yang tergolong dalam multi channel shoppers memiliki kebiasaan untuk melakukan survei harga di internet, tapi melakukan pembelian di toko offline. Sehingga pemanfaatan digital itu dimanfaatkan hanya sebatas survei harga barang.
Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB, Prof. Ujang Sumarwan mengatakan, seiring perkembangan zaman, para pelaku industri dan usaha juga mengalami perubahan. Di mana saat ini proses transaksi jual-beli dimudahkan dari segi efisiensi dan efektivitas yang ada.
“Konsumen 4.0 adalah digital. Hal ini mempengaruhi perilaku konsumen, karena mereka terkoneksi dengan semua yang dibutuhkan melalui digitalisasi,” katanya pada Webinar Transformasi Digitalisasi Bisnis bagi Startup dan Pelaku UMKM di Indonesia.
Ujang menjelaskan, konsumen saat ini sangat bergantung pada penggunaan aplikasi pasar atau marketplace yang ada. Kemudahan yang diberikan dari tranformasi digital ini yang akhirnya memberikan ketentuan akhir dalam keputusan yang akan diambil konsumen.
Sehingga, pelaku usaha perlu mengetahui dan memiliki pemahaman lebih lanjut untuk menjangkau lebih banyak konsumen 4.0. Terlebih, keberagaman minat dan kebutuhan konsumen juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.
“Sekarang ini pemasaran bisa dilakukan lebih mudah dan menjangkau lebih banyak tempat dengan menaruhnya di marketplace. Jadi tidak bergantung pada jadwal pasar tradisional yang memiliki waktu tertentu untuk jam buka-tutup,” kata pakar perilaku konsumen dan marketing ini.
Ciri perilaku konsumen yang tergolong dalam multi channel shoppers memiliki kebiasaan untuk melakukan survei harga di internet, tapi melakukan pembelian di toko offline. Sehingga pemanfaatan digital itu dimanfaatkan hanya sebatas survei harga barang.