Wapres Minta Siapkan Ekosistem Fesyen Muslim yang Menunjang
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 07 April 2022 - 07:00 WIB
Salah satu jenama fesyen muslim lokal, Happa, pada gelaran Jakarta Fashion Week 2021. Foto: Instagram/Happa Official
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengatakan perlu menyiapkan lingkungan dan kebijakan yang menunjang dan berkelanjutan untuk pengembangan fesyen muslim Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ma'ruf Amin saat membuka Seminar Road to Jakarta Muslim Fashion Week secara virtual, Rabu (6/4/2022).
“Perlu disiapkan ekosistem fesyen muslim yang menunjang, termasuk pula peta jalan pengembangan fesyen muslim yang berkesinambungan. Penyelenggaraan Jakarta Muslim Fashion Week, misalnya, menjadi salah satu rencana aksi untuk meningkatkan nilai tambah dan kualitas produk fesyen muslim Indonesia,” tutur Ma'ruf Amin.
Baca juga: Dorong Pertumbuhan Industri Fesyen Muslim, BSI Dukung Hijabfest 2022
Ma'ruf beralasan meski tren busana muslim berasal dari luar Indonesia, namun saat ini telah diadopsi bahkan berkembang menyesuaikan dengan ciri khas daerah dan karakter budaya Indonesia.
“Meski tetap mengikuti kaidah busana muslim, kita dapat melihat bahwa corak dan keunikan busana muslim berbeda-beda di setiap wilayah Indonesia. Kekayaan budaya tersebut sekaligus memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pencipta tren fesyen muslim dunia," sambung Ma'ruf dikutip dari Setwapres, Kamis (7/4/2022).
Dia berharap, sebagai salah satu industri unggulan dari ekosistem halal Indonesia, ekspor fesyen muslim ke pasar global akan mampu meningkat signifikan dalam tahun-tahun mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Ma'ruf pun mengapresiasi diselenggarakannya penandatanganan kesepakatan antara industri dan akademisi sebagai upaya pengembangan fesyen muslim di Indonesia. Ia berharap, kerja sama ini dapat memperkuat ekosistem yang telah ada dan memberikan dampak positif bagi secara luas.
“Perlu disiapkan ekosistem fesyen muslim yang menunjang, termasuk pula peta jalan pengembangan fesyen muslim yang berkesinambungan. Penyelenggaraan Jakarta Muslim Fashion Week, misalnya, menjadi salah satu rencana aksi untuk meningkatkan nilai tambah dan kualitas produk fesyen muslim Indonesia,” tutur Ma'ruf Amin.
Baca juga: Dorong Pertumbuhan Industri Fesyen Muslim, BSI Dukung Hijabfest 2022
Ma'ruf beralasan meski tren busana muslim berasal dari luar Indonesia, namun saat ini telah diadopsi bahkan berkembang menyesuaikan dengan ciri khas daerah dan karakter budaya Indonesia.
“Meski tetap mengikuti kaidah busana muslim, kita dapat melihat bahwa corak dan keunikan busana muslim berbeda-beda di setiap wilayah Indonesia. Kekayaan budaya tersebut sekaligus memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pencipta tren fesyen muslim dunia," sambung Ma'ruf dikutip dari Setwapres, Kamis (7/4/2022).
Dia berharap, sebagai salah satu industri unggulan dari ekosistem halal Indonesia, ekspor fesyen muslim ke pasar global akan mampu meningkat signifikan dalam tahun-tahun mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Ma'ruf pun mengapresiasi diselenggarakannya penandatanganan kesepakatan antara industri dan akademisi sebagai upaya pengembangan fesyen muslim di Indonesia. Ia berharap, kerja sama ini dapat memperkuat ekosistem yang telah ada dan memberikan dampak positif bagi secara luas.